Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

DDS, Kemendag Siap Tampilkan Produk Kolaborasi Desainer dan Pelaku Usaha di TEI 2017

0 195

Jakarta,Harnasnews.Com – Kementerian Perdagangan memberikan apresiasi atas tercapainya 

kegiatan pendampingan desain oleh desainer anak bangsa yang dikolaborasikan dengan pelaku
usaha kerajinan di berbagai daerah. Kegiatan ini dilakukan melalui program Designers Dispatch
Service (DDS). Produk hasil kolaborasi tersebut akan dipamerkan pada ajang Trade Expo Indonesia
(TEI) 2017 yang akan berlangsung pada 11-15 Oktober 2017 mendatang di Indonesia Convention
Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Banten.
“Kegiatan DDS 2017 kali ini merupakan kegiatan yang ke-6 sejak pertama kali DDS diinisiasi pada
tahun 2012. DDS merupakan kegiatan unggulan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor
Nasional (DJPEN). DDS adalah implementasi dari program Indonesia Design Development Center
(IDDC), yaitu pengembangan desain yang menempatkan desainer dan pelaku usaha sebagai ujung
tombak dalam meraih pasar yang tepat. Hal ini sesuai dengan tupoksi DJPEN yaitu meningkatkan
nilai ekspor nonmigas,” jelas Direktur Jenderal PEN Arlinda.
Arlinda menyampaikan, dalam DDS para desainer telah dibekali keterampilan dalam membaca
pasar melalui fasilitas yang telah disediakan di IDDC, yaitu Euro Monitor dan Stylus. Sementara itu,
sebagai kelanjutannya para pelaku usaha menindaklanjuti permintaan pasar melalui transaksi
bisnis dan produksi. Kedua hal ini menghasilkan kolaborasi dalam mengembangkan dan mencerna
pasar, sehingga mampu menghasilkan desain produk sesuai dengan permintaan atau selera pasar,
terutama pasar ekspor.
“DDS merupakan sebuah media untuk meningkatkan desain citra bangsa dalam keberagamannya.
Pengolahan material dan sumber daya lainnya dilakukan menjadi sebuah produk unggulan dan
kompetitif. Selain itu, melalui DDS diharapkan dapat menumbuhkan citra bangsa melalui desain
produk yang berkualitas. Sehingga, produk yang berkualitas tersebut akan turut mengangkat
profesi desainer yang pada akhirnya dapat dikenal dan sejajar kualitasnya dengan desainer
mancanegara lainnya,” ungkap Arlinda.
DDS 2017 mengusung tema “Menuju Desain Nusantara yang Berkualitas” yang melibatkan 12
desainer dan 24 pelaku usaha yang berasal dari Sabang sampai Merauke. Program DDS tahun ini
didanai oleh beberapa skema dimana kegiatan DDS 14 pelaku usaha di 7 dari 11 wilayah
(Palembang, Bogor, Tasikmalaya, Boyolali, Denpasar, Palu dan Jayapura) didanai oleh anggaran
negara, 8 pelaku usaha di tiga wilayah (Banda Aceh, Trenggalek dan Cilacap) didanai oleh anggaran
dari masing-masing pemerintah daerah dan 2 pelaku usaha di satu daerah (Jakarta) didanai oleh PT.Sarinah.

Produk yang akan ditampilkan dalam TEI nanti adalah produk home living yang mengangkat
kearifan lokal, baik dari sisi bahan baku maupun budaya khas dari daerah tersebut. Sebagai
contoh, produk kursi rotan dari Aceh. Kursi rotan Aceh mengambil filosofi pintu Aceh yang
merupakan ciri khas daerah Aceh yang sangat kuat dan terkenal sebagai Serambi Mekah. Produk
yang dibuat oleh Rotan Furniture dan Kraftologie ini menampilkan kursi rotan. Selain itu juga akan
menampilkan standing lamp dan side table dengan sentuhan patch work pada cushion dan
material pendukungnya.
Produk lainnya yang akan tampil adalah perhiasan dari Sudana Silver yang berasal dari Denpasar.
Produk perhiasan ini mengangkat tema bunga Frangipani dan Dewi Sri yang menjadi inspirasi
produk anting, cincin dan penjepit uang. Pada kesempatan ini juga akan tampil lampu gantung dari
Papua dengan material utamanya adalah koteka. Beberapa produk lainnya juga akan tampil dan
tidak kalah menarik dengan konsep kearifan lokal dari masing-masing daerah.(Daenk )

Comments
Loading...

Network LNM Media Center


This site is protected by wp-copyrightpro.com

error: Content is protected by LenzaNasional !!