Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Diduga Infus Kadaluarsa Pasien Yang Dirawat Akhirnya Meninggal Dunia

0 208
Korban meninggal dunia dirumah duka. (Foto : Man )

PANGKALPINANG,Harnasnews.Com  – Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah kota Pangkalpinang atas nama Harzian Lesmana (43) ahirnya meninggal dunia di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Jumat (6/10).

Harzian Lesmana (43) warga jalan H. Hasan desa Payabenua kecamatan Mendo Barat, kabupaten Bangka sejak Selasa (26/9) malam dikabarkan menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pagkalpinang karena mengidap sesuatu penyakit.

 

Sebelumnya diketahui pasien diduga diberikan infus kadaluarsa oleh pihak rumah sakit sejak Minggu (2/10) malam, ketika keluarga mengambil obat dari Apotek RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang itu.

 

Dari kejadian ini almarhum meninggalkan tiga orang anak yang masih kecil-kecil dan satu istri. “Anak almarhum paling besar sekitar usia dua tahunan, dan InsyaAllah almarhum sendiri akan dikebumikan usai shalat Ashar,” ujar Andre keluarga korban.

Usut Tuntas Kasus Ini

Ketua LSM Gebrak Babel Suherman Saleh kepada wartawan mengatakan meminta pihak Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk mengusut tuntas kasus pemberian infus kadaluarsa oleh pihak RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, 

 

” Atas nama LSM Gebrak Babel, saya meminta kepada pihak pihak terkait seperti Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk mengusut tuntas kasus dugaan pemberian infus kadaluarsa ini oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah, apakah ini ada unsur disengaja atau keteledoran pihak RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang karena ini sudah menyangkut masalah nyawa seseorang dan akibat perbuatan itu seorang pasien meninggal dunia”, katanya kepada HNnews.com Sabtu (7/10) di Pangkalpinang.

 

Selanjutnya, Gebrak Babel juga meminta pihak Tipikor Polda Kepulauan Bangka Belitung mengusut dugaan pengadaan pembelian Infus yang diduga kadaluarsa oleh pihak RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, karena pengadaan Alkes di RSUD tersebut menggunakan dana Negara,

 

“Selain meminta Polda Babel mengusut sebab pihak RSUD Depati Hamzah memberikan infus yang diduga palsu, kami dari LSM Gebrak Babel meminta pihak Kepolisian Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk mengusut pengadaan Alkes di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang termasuk pada pengadaan Infus yang diduga sudah kadaluarsa ini karena hal itu sudah dikatagorikan dapat merugikan Negara”, tambahnya..(manihuruk)

Comments
Loading...

Network LNM Media Center


This site is protected by wp-copyrightpro.com

error: Content is protected by LenzaNasional !!