Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Dukung Perluasan Akses Hepatitis C, Kuldesak Lakukan Pemeriksaan di Rutan Cilodong

0 163

Lembaga KULDESAK sebagai anggota wilayah Depok untuk jaringan Nasional Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI), saat menggelar kegiatan pemeriksaan dan pengobatan hepatitis C di beberapa Lapas dan Rutan di wilayah Jawa Barat. (Foto: Arc/garudanews.id)

Depok,Harnasnews –  Mendukung perluasan akses layanan hepatitis dan mendukung upaya pemerintah dalam pengobatan hepatitis C, Lembaga KULDESAK sebagai anggota wilayah Depok untuk jaringan Nasional Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI), menggelar kegiatan pemeriksaan dan pengobatan hepatitis C di beberapa Lapas dan Rutan di wilayah Jawa barat.

“Adapun bentuk kegiatan yang sedang kami laksanakan di beberapa Lapas dan Rutan di wilayah Jawa barat, yang mana salah satunya untuk wilayah Depok adalah Rutan Cilodong, mengenai pemeriksaan dan pengobatan Hepatitis C,” jelas Yudha Wahid, Koordinator Divisi Napza Lembaga Kuldesak, seusai kegiatan di Rumah Tahanan (Rutan) Cilodong, Depok, Rabu (4/10).

Dalam kegiatan bertajuk “Pemeriksaan dan Pengobatan HIV-HVC di Lapas dan Rutan di Wilayah Jawa Barat” Kuldesak bersama PKNI ingin mendorong semua warga binaan agar lebih memiliki pengetahuan dan akses terhadap pengobatan khususnya hepatitis C.

Yudha menjelaskan dalam pelaksanaannya Kuldesak bersama PKNI bekerja sama dengan SUBDIT P2P Hep-C dan Dinas Kesehatan Kota Depok, melakukan pemeriksaan dikhususkan hanya kepada pasien B20 atau koinfeksi bagi WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) di Rutan Cilodong.

“Dalam kegiatan ini ada beberapa peralatan pemeriksaan yaitu, Anti HCV, RDT, Gen Expert beserta petugas medis dan perwakilan lembaga pelaksana program ini. Termaksud juga pemeriksaan dengan pengambilan sampling darah dari 50 orang,” terangnya.

Yudha mengakui, telah banyak kemajuan yang dicapai dalam hal penatalaksanaan hepatitis. Pada hepatitis C, kemajuan pengobatan maka penderita dapat sembuh. Meski harga dari obatnya masih mahal, saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sudah menyediakan obat Hepatitis C.

Namun, berbagai upaya tetap perlu dilakukan dengan tujuan mendukung perluasan akses layanan hepatitis dan mendukung upaya pemerintah dalam pengobatan hepatitis C. Termaksud komunitas populasi kunci yang harus mampu menjadi pelatih pendidik pengobatan HIV-HCV di wilayahnya masing-masing sehingga meningkatkan pengetahuan bagi komunitasnya mengenai HIV-HCV.

”Selain komunitas populasi kunci dapat melakukan diagnosis dini sehingga dapat menerima dan mengakses pengobatan hepatitis C. Sangat diharapkan jejaring layanan hepatitis C dengan layanan HIV/AIDS dapat terus dikembangkan dan dikuatkan di wilayah masing-masing.” Tandas Yudha. (ACS)

Comments
Loading...

Network LNM Media Center