Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Implikasi Lingkungan Dan Upaya Restorasi Menurut Lusyani Suwandi

0 174

 

Jakarta, LenzaNasional.Com – Isu lingkungan kerap menjadi isu strategis pada strata global bahkan, acapkali diperalat sebagai alat penekan pada dimensi politik yang lebih luas oleh negara adidaya atas negara berkembang.

Negara berkembang yang entah sampai kapan status berkembang ini naik kelas, telah banyak upaya dilakukan, demi tercapai lingkungan sehat bagi seluruh mahluk hidup manusia, hewan, tanaman dan segala nilai intrinsik dari planet bumi.

Upaya untuk melanggengkan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab semua Stakeholder (Pemangku Kepentingan.Mulai dari diri Kita pribadi,lingkungan keluarga, Komunitas tertentu dan Pemerintah sebagai dinamisator gerakan dari pusat hingga daerah,tegas Lusyani Suwandi saat diskusi di Political Strategic Analiysis Institute di bilangan Menteng,Senin(05/03/2018).

Penambang yang mengeruk keuntungan berlebihan dari hasil tambang,banyak disalahkan oleh banyak kalangan. Bahkan menyalahkan pemerintah daerah karena telah memberi izin untuk menggali timah, umpamanya di, daerah Babel (Provinsi Bangka Belitung). Banyak bekas lokasi penambangan rusak parah di daerah Babel dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Bayangkan pulau-pulau kecil itu sekujur permukaan dirobek-robek alat berat penambang. Yang berizin resmi banyak, yang liarpun tidak kurang populasinya, lalu apa yang bisa Kita lakukan tanya Lusi kepada Lenza Nasional Online.

“Mereka harus enggan mendorong suami menjadi penambang liar. Justru tanggap masyarakat lebih ditingkatkan berlipat-lipat agar kondisi Babel ke depan lebih baik lagi. Berhenti saling menyalahkan, mari sama-sama mengawasi lingkungan dan berpadu daya restorasi lingkungan yang terlanjur rusak.” ujar Lusyani Suwandi.

Degradasi lahan merupakan bentuk kerusakan lingkungan nyata akibat pemanfaatan lingkungan oleh manusia yang tidak peduli dengan keseimbangan lingkungan. Bentuk degradasi lahan seperti; lahan kritis, kerusakan ekosistem laut terjadi karena eksploitasi hasil-hasil laut secara besar-besaran, misalnya menangkap ikan dengan menggunakan jala pukat, penggunaan bom, atau menggunakan racun untuk menangkap ikan atau terumbu karang.

Rusaknya terumbu karang berarti rusaknya habitat ikan, sehingga kekayaan ikan dan hewan laut lain di suatu daerah dapat berkurang bahkan punah. Siapa yang salah? Tanya Lusy.

Yang salah kita semua. Karena itu saya mengajak semua orang bertanggung jawab terhadap lingkungan, tidak saling melempar tanggung jawab apalagi saling menyalahkan, pungkas Lusy ketika di konfirmasi Lenza Nasional.(LN/Bedil).

Comments
Loading...

Network LNM Media Center