Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Kasus BBM AAN Menyerahkan Diri

0 163
Ilustrasi

PANGKALPIANG,Harnasnew.Com– Yulianto alias Aan, bos PT Praga Jaya terpidana kasus perkara penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang divonis bersalah dan dihukum 1 tahun dan 3 bulan penjara dikabarkan, Senin (2/10/2017) siang tadi telah menyerahkan diri dan berhasil dieksekusi oleh kejari Pangkalpinang ke Lapas Tua Tunu Pangkalpinang.

Kabar tereksekusinya terpidana Yulianto alias Aan si Bos PT Praga Jaya ini dibenarkan oleh Kasi Intel Kejari Pangkalpinang, Hendi Arifin.

“Sudah dieksekusi oleh Kasdum (kasi pidum) hari ini,” kata Hendi ketika dikonfirmasi terkait kabar tereksekusinya bos PT Praga Jaya, Senin (2/10/2017).

Terkait kabar yang menyebutkan penahanan Yulianto alias Aan bukan karena ditangkap oleh aparat kejari Pangkalpinang tapi karena Aan sendiri yang menyerahkan dirinya ke kejari Pangkalpinang. Dikatakan Hendi, dirinya tidak mengetahuinya secara pasti apakah ditangkap atau kah menyerahkan diri.

“Belum ada informasi dari Kasdum (kasi pidum, red) soal menyerahkan diri itu,” terang Hendi.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, kasi pidum Kejari Pangkalpinang, Raden Isjunianto sepertinya lebih memilih bungkam ketimbang memberikan informasi akurat terkait pelaksanaan eksekusi DPO terpidana Yulianto alias Aan, terdakwa Yulianto alias Aan, bos PT Praga Jaya yang divonis bersalah dan dihukum 1 tahun dan 3 bulan penjara, hingga saat ini diduga tidak pernah menjalankan hukuman tersebut. Aan hanya menjalani masa tahanan, sewaktu masih berstatus tersangka dan terdakwa.
Kasi Pidum Kejari Pangkalpinang, yang pada masa itu dijabat A. Harry SH, diduga tidak melaksanakan eksekusi terhadap terpidana Yulianto alias Aan, pasca turunnya Putusan Kasasi dari Mahkamah Agung atas perkara tersebut.

Kabar tak sedappun menerpa A. Harry SH. Beredar kabar, mantan Kasi Pidum Kajari Pangkalpinang itu diduga main mata dengan terpidana Yulianto alias Aan, sehingga eksekusi atas Putusan Kasasi dari MA, pada medio Desember 2015 lalu tidak terlaksana.

Menurut informasi dan data yang diterima harnas.com, Salinan Putusan Mahkamah Agung atas perkara ini dibuat pada tanggal 15 Desember 2015. Diterima Pengadilan Negeri Pangkalpinang pada tanggal 16 Desember 2015, dan diterima A. Harry SH selaku Kasi Pidum Kejari Pangkalpinang pada tanggal 18 Desember 2015.
Dalam amar putusannya, majelis hakim agung di Mahkamah Agung yang memeriksa dan mengadili perkara Kasasi tersebut menyatakan, mengabulkan Kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pangkalpinang. Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Pangkalpinang Nomor: 25/Pid.B/2011/PN.PKP tanggal 12 Januari 2012.
Menyatakan terdakwa Yulianto alias Aan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Dakwaan Primair JPU.
Menyatakan terdakwa Yulianto alias Aan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.
Sengaja menganjurkan orang lain supaya memperdagangkan barang dan/jasa yang tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan, dan dalam jumlah hitungan menurut ukuran yang sebenarnya sebagai perbuatan berlanjut.

Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 3 (tiga) bulan.
Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan sepenuhnya dari pidana yang dijatuhkan.
Memerintahkan barang bukti dirampas untuk negara, termasuk 1 ( satu) unit mobil tangki warna biru putih PT Praga Jaya BN 4955 AI.(manihuruk/man)

Comments
Loading...

Network LNM Media Center