Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Komnas PA Kecam Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Abepura Papua

0 219
Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Arist Merdeka Sirait.

JAKARTA,Harnasnews.Com  – Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Arist Merdeka Sirait  mengutuk  keras pelaku kejahatan seksual terhadap anak usia 7 tahun yang terjadi di Abepura, Kota Jayapura  Papua Sabtu (7/10). Dalam peristiwa tersebut pihaknya juga memberikan apreasi kepada RSUD Abepura yang telah memberikan layanan kesehatan bagi korban.

Lanjut Arist, mengingat perbuatan pelaku sudah  tergolong teramat keji, sadis,  tidak mempunyai keprimanusiaan dan termasuk katagori kejahatan luar biasa,  oleh sebab itu Komnas Perlindungan Anak mendesak Polresta Abepura untuk segera menangkap dan menahan pelaku.

Menurutnya, perbuatan biadab ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Masyarakat disekitar tempat kejadian dimana korban ditemukan tak berdaya yakni di kelurahan Tanah Hitam,  Abepura, Kota Jayapura juga didesak untuk membantu Polisi mengungkap tabir kejahatan seksual yang menimpa anak yatim ini.

“Bagi masyarakat  yang melihat dan mengetahui agar jangan enggan untuk menjadi saksi. Karena korban harus segera di tolong,” ungkap Arist dalam keterangan tertulisnya yang diterima garudanews.id, (Senin, (9/10).

Atas peristiwa tersebut, Komnas Perlindungan Anak mendesak pelaku segera menyerahkan diri dan  mengingat luka pada organ vital korban sangat serius dan kondisi korban sangat lemah.

“Kami meminta pemerintah kota Abepura melalui Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan medis yang memadai kepada korban, dan meminta Dinas Sosial untuk memberikan bantuan sosial bagi korban dan keluarganya  serta meminta Dinas PPPA menyediakan rumah aman bagi korban,” ngkap Arist.

Mengingat perbuatan kriminal pelaku tergolong luar biasa sadis, Komnas Anak juga mendesak pihak Polresta Abepura melakukan langkah2 penegakan hukum yang luar biasa.

“Oleh sebab itu tidak ada alasan untuk tidak segera menangkap  dan menahan pelaku karena  tindakan kriminal pelaku dapat dijerat 20 tahun penjara maksimal dan hukuman seumur hidup bahkan hukuman  mati sesuai yang diatur dalam ketentuan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penerapan  Peraturan Pengganti Undang-undang No. O1 Tahun 2016 mengenai Perubahan Kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak junto UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dan KUH Pidana,” desak Arist.

Arist berjanji bahwa pihaknya akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi korban, termasuk pendampingan hukum dan layanan pemulihan trauma bagi korban, Komnas Perlindungan Anak segera bekerjasama dan  berkordinasi dengan para pemangku kepentingan dan aktivis perlindungan Anak di Jayapura, aparatur pemerintah serta aparat penegak hukum yakni Polres Abepura juga dengan Lembaga Perlindungan Anak di Jayapura.

“Tidak ada alasan lagi, korban harus segera diselamatkan, pelaku harus segera ditangkap,  Kekerasan terhadap anak di Papua harus diakhiri,” pungkas Arist. (Apih)

Comments
Loading...

Network LNM Media Center


This site is protected by wp-copyrightpro.com

error: Content is protected by LenzaNasional !!