Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Menpora Apresiasi Penyelenggaraan Asean Muslim Students Association untuk Kampanyekan Islam Toleran

0 125
Menpora Imam Nahrawi didampingi Plt. Deputi bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal dan Staf Khusus bidang Kepemudaan Zainul Munasichin menerima rombongan Panitia Asean Muslim Students Association (AMSA) di ruang kerjanya lantai 10 Kemenpora, Rabu sore (4/10).

JAKARTA,Harnasnews.com – Menpora Imam Nahrawi didampingi Plt. Deputi bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal dan Staf Khusus bidang Kepemudaan Zainul Munasichin menerima rombongan Panitia Asean Muslim Students Association (AMSA) di ruang kerjanya lantai 10 Kemenpora, Rabu sore (4/10). Kedatangan Panitia AMSA yang dimotori oleh Vice President AMSA Asean Pusat, Sarief Sarfulloh untuk mengundang Menpora dalam rangka membuka acara Summit III Asean Muslim Students Association (AMSA) di Kayong Utara, Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, 7-11 November 2017.

Menurutnya, SUMMIT III AMSA akan menggandeng 10 Perwakilan Negara di Asean seperti, Malaysia, Thailand, Singapore, Brunei, Cambodia dan lainnya yang ada di Wilayah Asia Tenggara serta perwakilan di 34 provinsi dengan peserta sekitar 200 orang. “Tidak hanya itu, kita juga menghadiri beberapa instansi (Pemerintahan) seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan beberapa instansi lainnya, untuk bekerjasama dalam membangun kesadaran pemuda dan pelajar dalam mengembang amanah membangun Indonesia yang lebih baik lagi disektor kepemudaan atau sumber daya manusianya,” ucapnya.

Sarief menyampaikan acara ini merupakan upaya untuk mengkonsolidasikan umat muslim di kawasan Asean, baik itu dibidang dakwah, kesejahtaraan, budaya dan lain sebagainya. “Acara ini adalah momen terbaik bagi muslim Indonesia untuk membuka cakrawala berpikir pemuda untuk selalu berkreativitas dalam mengimplementasikan gagasan-gagasannya,” tambahnya

Menanggapi hal tersebut, Menpora sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah positif untuk mengampayekan Islam yang toleran. “Yang paling penting di acara ini bisa mengambarkan Indonesia yang disesuaikan dengan keragaman suku, budaya, agama dan sebaginya. Bahwa perbedaan itu bukan halangan tapi perbedaan harus menjadi alat pemersatu bangsa,” ujar Menpora.

Menurutnya, bisa jadi pada forum ini menyoroti kiprah kepemudaan yang nantinya akan memainkan peranan penting dalam merespons isu-isu strategis di bidang ekonomi, sosial, budaya dan kemasyarakatan. Dan ini akan menjadi sumber inspirasi bagi model solusi ekonomi baru. Negara lain yang tidak punya sumber daya alam yang diangkat untuk menarik turis adalah keragaman budayanya. (Daenk)

Comments
Loading...

Network LNM Media Center