Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Pembangunan Jembatan Air Daeng Muntok Kembali Disorot

0 133
Terlihat juga dinding oprit sudah alami keretakan yang cukup serius dan kaki pondasi dinding penahan air juga sudah menggantung. (Foto: Herman)

PANGKALPINANG,Harnasnews.com – Proyek Pembangunan Jembatan Air Daeng Muntok  yang dikerjakan PT Bina Mulya Lampung dengan nilai kontrak Rp. 8.858.519.000 dan selesai tahun 2015 silam kembali jadi sorotan media dan berbagai elemen masyarakat.

Pasalnya kondisi jembatan yang dibangun oleh satker PJN Provinsi Bangka Belitung melalui PPK 2, Erlan Budiarjo, saat ini sudah terjadi penurunan badan jalan di atas oprit jembatan.

Terpantau, Kamis (5/10) selain terjadinya penurunan badan jalan di bagian oprit jembatan, terlihat juga dinding oprit sudah alami keretakan yang cukup serius dan kaki pondasi dinding penahan air juga sudah menggantung.

Salah satu warga setempat mengaku  heran terhadap proyek jembatan yang belum lama  difungsikan namun kondisnya sudah banyak terjadi keretakan.

“Kami warga di sini terus terang tidak habis pikir, kok jembatan yang dibangun kabarnya menelan hampir 10 milyar tapi hasilnya seperti ini. Coba lihat ke bawah jembatan, mas  banyak sekali keretakan keretakannya. Itupun sudah banyak di aci biar dak kelihatan retaknya. T Kami kuatir lama kelamaan bisa bisa putus ini jembatan,” ungkap warga tersebut seraya menunjuk ke arah dinding oprit jembatan yang retaknya dari bawah hingga ke bagian atas dinding.

Terkait kondisi jembatan tersebut, anggota dewan provinsi Bangka Belitung dapil Bangka Barat, Dedi Wijaya sangat menyayangkan hal itu terjadi. Menurutnya kondisi ini harus jadi perhatian serius bagi stakeholder yang diberikan amanat oleh rakyat untuk membangun infra struktur agar menjaga amanat itu dengan baik.

“Seharusnya ini tidak terjadi, karena para pemangku jabatan itu sudah disumpah untuk melaksanakan amanat dengan sebaik baiknya. Termasuk dalam pelaksanaan infra struktur seperti jembatan, mereka betul betul melakukan pengawasan yang ketat sehingga hasilnya sesuai harapan semua pihak,” kata Dedy ketika dimintai tanggapannya, Kamis (5/10) sore.

Ditambahkan Dedy, tidak hanya steak holder yang bertanggung jawab namun para kontraktor pelaksana pekerjaan tidak boleh lepas tangan meskipun masa pemeliharaannya telah habis.

“Kita minta pihak pihak terkait segera mengecek kondisi jembatan itu. Kalau memang kondisinya sudah terjadi keretakan dan badan jalan sudah adanyan penurunan maka satker PJN segera perintahkan  rekanan untuk memperbaikinya. Jangan menunggu kondisinya semakin parah yang akhirnya masyarakat juga yang jadi korban,” imbuhnya.

Terpisah, lsm pagiat anti korupsi Babel, Bambang Susilo bahkan dengan tegasnya meminta pihak penegak hukum untuk mengusut tuntas proyek pembangunan jembatan Air Daeng Mentok.

“Dugaan indikasi adanya perbuatan melawan hukum pada proyek jembatan tersebut sebelumnya sudah pernah mencuat. Sudah pernah diberitakan di salah satu media online kalau proyek pembangunan jembatan Air Daeng Mentok itu diduga bermasalah. Dari sumber yang dapat dipercaya proyek pembangunan Jembatan itu diduga terdapat penyimpangan dalam teknis pekerjaanya, khususnya menyangkut kedalaman pondasi jembatan yang tidak sesuai dengan standarisasi bangunan jembatan,” ungkap Bambang.

Sementara itu, Lina Wen yang disebut sebut sebagi pelaksana pekerjaan dari perusahaan PT Bina Mulya Lampung tidak bersedia memberikan tanggapannya, upaya konfirmasi telah dilakukan wartawan media ini via telepon ke nomor selulernya hanya terdengar nada aktif dan suara operator “telepon yang anda panggil tidak menjawab”. Demikian juga via pesan singkat tak kunjung dibalas.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan media ini masih dalam upaya konfirmasi ke pihak satker PJN Provinsi Babel..(herman)

Comments
Loading...

Network LNM Media Center