Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Pernyataan “Ngaco” AS Kobalen, Sekjend PBB Minta Agar Elit Gerindra Jangan Mencampuri Internal PBB

0 379

 

JAKARTA, LenzaNasional.com  – Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor (Ferry) kecam pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra AS Kobalen yang menyinggung politik balas jasa soal dukungan Gerindra terhadap kakak kandung Yusril Ihza Mahendra saat Pemilihan Bupati di Belitung Timur pada tahun 2016.

Pasalnya kata Ferry, pernyataan Kobalen tidak ada hubungannya jika dikaitkan dengan ucapan Yusril yang menuntut Prabowo Subianto dapat memberi jaminan agar Partai Gerindra tidak “menggergaji” atau menggerus suara partai koalisi. Termasuk suara PBB jika bergabung dalam tim sukses pasangan capres-cawapres nomor 02 di Pilpres dan Pileg 2019 tahun depan.

“Saya mengkritik AS Kobalen karena telah mencampuradukan persoalan istilah gergaji dengan koalisi Gerindra bersama PBB saat Pilbup Belitung Timur tahun 2016. Itu pernyataan ngaco karena tak ada korelasi antardua hal tersebut,” kata Ferry kepada media di Jakarta, Minggu (11/11/2018).

PBB menurut Ferry sudah all out dalam membantu Prabowo Hatta maju di Pilpres 2014. Selain itu, turut membantu Sandiaga dalam Pilgub DKI 2017 lalu.

Menurutnya, soal istilah menggergaji yang dimaksud Yusril itu adalah pembagian zona daerah pemilihan (dapil). “Bagaimana Ketum PBB meminta apa ada jaminan PBB bisa menang di dapil yang ada caleg Gerindranya, jika PBB berkoalisi di dalam Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi,” ujarnya.

Untuk persoalan dukungan Gerindra pada kakak kandung Yusril, Yuslih Ihza Mahendra di Pilbup Belitung Timur lebih didasari figuritas calon kepala daerah. “Karena partai-partai mendukung calon di pilkada melihat elektabilitas. Dan Yusli itu bagus, makanya Gerindra ikut berkoalisi,” ungkapnya.

Ferry juga mengecam pernyataan Kobalen bahwa Gerindra tidak menerima dana sepeser pun atas dukungan Yusli. DPP Gerindra tegas dia, memang tidak menerima dana. Namun DPC Gerindra Belitung Timur mendapat fasilitas dan biaya operasional untuk kampanye.

Dalam kesempatan tersebut, Ferry juga minta Kobalen untuk bertanya kepada senior di Partai Gerindra, Jusuf AR, berapa dana yang disediakan oleh Yusril ketika akan maju dalam Pilgub DKI. “Padahal dalam kampanye dukung Prabowo-Hatta tahun 2014, kami gunakan dana sendiri, tidak sepeser pun dari Gerinda atau Prabowo Hatta,” ungkapnya.

Untuk itu, keputusan Yusril menjadi kuasa hukum paslon Jokowi-Ma’ruf jangan dibawa-bawa ke persoalan internal partai. “Jadi kami meminta elite Gerindra jangan memperunyam masalah. Masing-masing saja dan jangan urusin internal PBB,” tegasnya.

Jika Partai Gerindra masih mempersoalkan keberadaan Yusril di kubu Jokowi-Ma’ruf, dirinya juga meminta agar Prabowo-Sandi membuka poin-poin draf aliansi. “Masalah poin-poin draf aliansi kenapa tidak dibicarakan, undang semua partai pendukung. Itu yang jadi persoalannya kenapa Bang Yusril menyebut jangan sampai ada “menggergaji” suara PBB oleh antarpartai koalisi, khususnya Gerindra,” pungkasnya.

Seperti diketahui Yusril Ihza Mahendramenyatakan tidak mendukung Prabowo-Sandi lantaran takut “digergaji” Partai Gerindra.

Ahli hukum tata negara itu menuturkan, Sandi memang pernah mengajaknya bicara dan bergabung. Namun Yusril mempertanyakan soal nasib partai pendukung Prabowo-Sandi, utamanya soal strategi yang disiapkan agar partai pendukung juga berjaya di Pileg 2019. Prabowo-Sandi, kata Yusril, tidak memberikan jawaban pasti.

Pernyataan ini langsung memancing reaksi dari Ketua DPP Partai Gerindra AS Kobalen yang menyebut ucapan Yusril tidak beralasan dan tendensius. Karena selama ini komunikasi politik yang dilakukan Gerindra dan Yusril sudah terbangun dengan baik.

Kobalen juga mengungkapkan bahwa Yusril pernah meminta secara langsung ke Partai Gerindra agar membantu politisi PBB Yuslih Ihza Mahendra yang tak lain merupakan kakak kandung untuk maju pada Pilbup Belitung Timur. “Yusril suatu hari menghubungi saya minta ditemukan dengan Pak Hashim Djojohadikusumo guna mendapatkan dukungan Gerindra untuk kakaknya sebagai calon bupati Belitung Timur,” ungkapnya. (ak.ss.bs)

Comments
Loading...

Network LNM Media Center


This site is protected by wp-copyrightpro.com

error: Content is protected by LenzaNasional !!