Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Pertemuan Kementerian Kominfo Dengan Perusahaan Global Amerika Serikat

0 141
Kunjungan kerja Kementerian Kominfo dan Informatika  ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu .

Amerika Serikat,Harnasnews.Com – Dalam rangkaian kunjungan Kementerian Komunikasi dan Informatika ke Amerika Serikat, pada Hari Rabu (4/10) pukul 21.30 WIB atau 07.30 AM waktu Silicon Valley, Menteri Kominfo, Rudiantara melalui sambungan live streaming video conference mengajak perusahaan global untuk berpartner merebut pasar BPO (business process outsourcing/offshoring) dunia. Hadir pada kesempatan itu perusahaan BPO Amerika Serikat, Teleperformace dan perusahaan teknologi informasi IBM Watson & Cloud pada sesi yang terpisah.

Sesi Pertama

Pada Sesi ini, dilakukan pertemuan tri-party antar Menkominfo dengan Chief Global Business Development Teleperformance, Alan Truitt di Miami dan Presiden Direktur Teleperformance Indonesia Syahmudrian Lubis di Palo Alto. Pertemuan ini juga dihadiri oleh :

IBM Watson and Cloud:Richard Horsfield (Strategic Partnern IBM Watson and Cloud Seattle)Mercer Rowe (VP, IBM Watson and Cloud San Francisco)Jack Kedd (Strategic Partner, IBM Watson and Cloud Los Angeles) Gunawan Susanto (President Director IBM Indonesia)Telkom Sigma – Judi Achmadi, CEO Telkom SigmaDelegasi Kemkominfo yang dipimpin oleh Staf Khusus Menkominfo, Lis SutjiatiKonsulta JenderalArdi Hermawan (Konsul Jenderal)Hanggiro Setiabudi (Konsul)Behan Akla Muqtadir (Konsul Muda)

Dalam pertemuan ini, Menteri Kominfo menyatakan ketertarikannya untuk mempromosikan BPO di Indonesia dan menggerakan konsentrasi para pemainnya untuk menggarap pasar internasional. Kabinet Pemerintah mendukung ide pengembangan bisnis BPO selama mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menyediakan produk-produk layanan BPO yang bernilai tambah dan berdaya saing.

Opsi kebijakan lain yang dibahas yaitu pembentukan Zona Ekonomi Khusus bagi kegiatan BPO dengan perlakuan khusus perpajakan, perizinan sampai kemudahan dalam mendatangkan ahli berkewarganegaraan asing tentunya dengan mempertimbangkan kondisi di Indonesia. Agar hal ini bisa terealisasi, Menteri Kominfo menekankan bahwa dibutuhkan suatu rencana aksi dari pemerintah dan swasta.

Dari sisi pemerintah, akan dilakukan rencana aksi untuk menangani di sisi regulasi. Saat ini juga momen yang tepat karena Kementerian Keuangan sedang meninjau kembali kebijakan fiskal serta berpeluang untuk mengubah kebijakan perpajakan. Rencana aksi dari pihak swasta juga dibutuhkan agar bisa mendatangkan pasar global ke Indonesia. Teleperformance Indonesia bersedia untuk segera memulai penyusunan rencana aksi tersebut. Lebih lanjut, Menteri Kominfo juga menyampaikan bahwa bisnis BPO di Indonesia harus segera berkembang dari penyediaan layanan contact center menjadi penyedia layanan berbagai pekerjaan di perkantoran (back office) seperti akuntansi.

Alan Truitt menanggapi positif konsep dasar dibuatnya Zona Ekonomi Khusus yang disampaikan Menkominfo. Alan memiliki pemikiran yang sejalan dan dengan senang hati akan membantu mengidentifikasi permasalahan di Indonesia, termasuk diantaranya yang terkait dengan regulasi, sumber daya manusia dan pendidikan dengan menggunakan pengalamannya di berbagai negara. Lebih lanjut, Alan melalui Teleperformance juga akan berkontribusi untuk memperbesar basis tenaga kerja, membentuk Indonesia menjadi multilingual hub dan meningkatkan kemampuan pemanfaatan teknologi untuk menyediakan layanan BPO kebelahan dunia lain.

Sesi Kedua

Pada sesi kedua, Menteri Kominfo membuka pertemuan antara Telkomsigma dengan perusahaan teknologi informasi Amerika Serikat, IBM Watson & Cloud. Pertemuan ini juga hadiri :

Delegasi Kementerian Kominfo yang dipimpin oleh Staf Khusus Menteri Kominfo, Lis SutjiatiEdward WanandiIBM Watson and Cloud:Richard Horsfield (Strategic Partnern IBM Watson and Cloud Seattle)Mercer Rowe (VP, IBM Watson and Cloud San Francisco)Jack Kedd (Strategic Partner, IBM Watson and Cloud Los Angeles) Gunawan Susanto (President Director IBM Indonesia)CEO Telkom Sigma, Judi AchmadiKonsulat JenderalArdi Hermawan (Konsul Jenderal)Hanggiro Setiabudi (Konsul)Behan Akla Muqtadir (Konsul Muda)

 

Dalam pertemuan ini, Menteri Kominfo menyatakan ketertarikannya untuk mempromosikan BPO di Indonesia dan menggerakan konsentrasi para pemainnya untuk menggarap pasar internasional. Kabinet Pemerintah mendukung ide pengembangan bisnis BPO selama mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menyediakan produk-produk layanan BPO yang bernilai tambah dan berdaya saing.

Opsi kebijakan lain yang dibahas yaitu pembentukan Zona Ekonomi Khusus bagi kegiatan BPO dengan perlakuan khusus perpajakan, perizinan sampai kemudahan dalam mendatangkan ahli berkewarganegaraan asing tentunya dengan mempertimbangkan kondisi di Indonesia. Agar hal ini bisa terealisasi, Menteri Kominfo menekankan bahwa dibutuhkan suatu rencana aksi dari pemerintah dan swasta.

Dari sisi pemerintah, akan dilakukan rencana aksi untuk menangani di sisi regulasi. Saat ini juga momen yang tepat karena Kementerian Keuangan sedang meninjau kembali kebijakan fiskal serta berpeluang untuk mengubah kebijakan perpajakan. Rencana aksi dari pihak swasta juga dibutuhkan agar bisa mendatangkan pasar global ke Indonesia. Teleperformance Indonesia bersedia untuk segera memulai penyusunan rencana aksi tersebut. Lebih lanjut, Menteri Kominfo juga menyampaikan bahwa bisnis BPO di Indonesia harus segera berkembang dari penyediaan layanan contact center menjadi penyedia layanan berbagai pekerjaan di perkantoran (back office) seperti akuntansi.

Alan Truitt menanggapi positif konsep dasar dibuatnya Zona Ekonomi Khusus yang disampaikan Menkominfo. Alan memiliki pemikiran yang sejalan dan dengan senang hati akan membantu mengidentifikasi permasalahan di Indonesia, termasuk diantaranya yang terkait dengan regulasi, sumber daya manusia dan pendidikan dengan menggunakan pengalamannya di berbagai negara. Lebih lanjut, Alan melalui Teleperformance juga akan berkontribusi untuk memperbesar basis tenaga kerja, membentuk Indonesia menjadi multilingual hub dan meningkatkan kemampuan pemanfaatan teknologi untuk menyediakan layanan BPO kebelahan dunia lain.( Daenk )

Comments
Loading...

Network LNM Media Center