Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Putaran ke-9 Rampung, Indonesia Kebut Finalisasi IA-CEPA Jelang Perundingan Terakhir

0 156
Istimewa.

Jakarta,Harnasnews.Com  – Hari ini, Delegasi Indonesia dan Australia menyelesaikan perundingan ke-9 Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang berlangsung sejak 2-6 Oktober 2017, di Jakarta.

Pada perundingan putaran kali ini Delegasi Indonesia dipimpin oleh Deddy Saleh, sementara
Delegasi Australia dipimpin oleh Trudy Witbreuk.

“Minggu ini kedua delegasi telah berupaya keras mengoptimalkan waktu yang ada untuk
mencapai kesepakatan yang konkret dan dapat diimplementasikan, sehingga hasil perundingan ini
bermanfaat bagi kedua negara, sesuai arahan kedua Mendag,” kata Deddy Saleh.
Sejumlah isu utama yang menjadi perhatian dalam putaran ke-9 adalah perdagangan barang
(termasuk ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan, fasilitasi perdagangan, hambatan teknis
perdagangan, serta sanitasi dan fitosanitasi), perdagangan jasa (termasuk jasa keuangan,
pergerakan perseorangan, jasa keuangan, dan telekomunikasi), investasi, perdagangan elektronik,
dan ketentuan kerangka kelembagaan.
“Sejak perundingan IA-CEPA diaktifkan kembali 18 bulan lalu, Delegasi RI memegang amanah
Presiden untuk menyelesaikan perundingan ini pada tahun 2017 dengan dua kata kunci yang
kerap disampaikan Presiden yaitu keterbukaan dan daya saing,” lanjut Deddy Saleh.
Menurut Dedy Saleh, pembahasan naskah perjanjian pada dasarnya telah dibahas dan beberapa
bahkan telah disepakati secara prinsip, sedangkan pembahasan akses pasar di bidang barang, jasa-
jasa dan investasi masih terus dilakukan. “Kerja sama ekonomi yang berkelanjutan di bawah
kerangka IA-CEPA terus dinegosiasikan agar dapat merefleksikan kepentingan riil Indonesia dalam
mendapat menfaat secara keseluruhan dari perjanjian nantinya,” tegas Deddy Saleh.
Bersamaan dengan berlangsungnya perundingan ini, kemarin, Kamis (5/10), telah dilaksanakan
pertemuan konsultasi dengan para anggota Indonesia-Australia Business Partnership Group
(IA BPG) yang merupakan pertemuan rutin pada setiap putaran sebagai upaya kedua negara untuk
menciptakan IA-CEPA sebagai perjanjian perdagangan yang tepat sasaran, modern, dan
mengedepankan manfaat bersama.
“Pertemuan kedua Delegasi dengan IA BPG merupakan bentuk sinergi pemerintah dengan
kalangan bisnis/swasta, karena pada akhirnya ketika perjanjian ini berlaku, mereka lah yang akan
melaksanakan dan mengambil manfaat secara langsung. Oleh sebab itu, input para pelaku sangat
kami butuhkan, misalnya bagaimana kedua negara dapat menjadi power house dengan
keberadaan IA-CEPA,” kata Direktur Perundingan Bilateral Made Marthini, selaku Wakil Ketua
Perunding Indonesia.(Daenk)

Comments
Loading...

Network LNM Media Center