Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Ratusan Buruh PT. Mega Utama Indah Mengadu Ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur

0 161

Surabaya Harnasnews – Ratusan buruh PT Mega Utama Indah di Jalan Pintu Air Kalianak Surabaya mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim) atas ketidakjelasan nasib mereka menyusul rencana relokasi pabriknya ke wilayah Mojokerto.

Sejumlah buruh wanita bahkan menangis saat mengungkapkan perasaannya di hadapan pimpinan Komisi E DPRD Jatim, sembari mengisahkan masih banyak cicilan biaya hidup yang harus ditanggung jika relokasi pabriknya harus memutus hubungan kerja.

“Silahkan satu persatu bergantian mencurahkan perasaannya di sini. Sudah tepat kalian datang kemari,” ujar Ketua Komisi E DPRD Jatim Hartoyo saat menerima perwakilan buruh di ruang Badan Musyawarah Kantor DPRD Jatim Jalan Indrapura Surabaya, Senin.

Penanggung Jawab Komunikasi Buruh PT Mega Utama Indah Teguh Imandanu mengatakan terdapat 300 pekerja yang terkatung-katung nasibnya atas rencana relokasi pabrik tersebut ke wilayah Mojokerto yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Oktober mendatang.

Seluruh pekerja di pabrik pengolahan kayu itu, menurut dia, adalah warga setempat di wilayah sekitar Jalan Kalianak Surabaya.

“PT Mega Utama Indah memang memberdayakan warga sekitar sebagai pekerjanya. Kami telah bekerja selama 15 tahun sejak awal pabrik ini berdiri. Juga Ikut babat alas, mulai dari kawasan pabrik mulanya berupa rawa-rawa sampai sekarang berhasil mengembangkan ekspor kayu olahan ke beberapa negara,” ujarnya, menjelaskan.

Rencananya relokasi yang membuat ratusan buruh resah, karna dia mengisahkan, berawal dari pengelolaan lahan pabrik yang diketahui sejak awal dikerjasamakan dengan PT Senopati Samudra Perkasa, serta Lantamal V TNI AL sebagai pemilik lahan, melalui perjanjian “Build Operate Transfer” (BOT), yang disepakati hingga tahun 2039.

“Informasi itu akhirnya juga didengar seluruh pekerja, Lantamal V TNI AL telah meminta lahan pabrik tempat kami bekerja untuk segera dikosongkan dengan tenggang waktu sampai tanggal 15 Oktober mendatang untuk direlokasi Kepulagen, Mojokerto,” katanya.

PT Senopati Samudra Perkasa, telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Surabaya atas keberatan permintaan pengosongan lahan tersebut, mengacu pada perjanjian BOT yang telah disepakati sampai tahun 2039.

PT Mega Utama Indah seandainya tetap mempekerjakan seluruh pekerjanya dalam relokasi tersebut, Teguh menyatakan keberatan.

“Tempat tinggal kami berada di Jalan Kalianak Surabaya, terlalu jauh kalau harus ke Mojokerto,” ucapnya.

Hartoyo juga menjanjikan bersama segenap anggota Komisi E DPRD Jatim untuk meninjau lokasi pabrik di Kalianak Surabaya atau sebelum di relokasi tanggal 15 Oktober mendatang.

Menurut mereka, untuk memediasi tentang masalah ini, dari pihaknya juga akan menghadirkan Komisi A dan B DPRD Jatim.

“Sebelum tanggal 15 Oktober, kita upayakan bisa duduk bersama mempertemukan dengan para pekerja dan pimpinan PT Mega Utama Indah, PT Senopati Samudra Perkasa, Sehingga nasib para pekerja ini bisa jelas,” ucapnya.( Budi Raharto )

Comments
Loading...

Network LNM Media Center