Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Kearifan Lokal Masyarakat Cegah Penyebaran Covid-19

0 38

 

JAKARTA, Lenzanasional.com – Pemerintah telah berusaha dengan maksimal dalam penanganan Covid-19. Terbukti dengan adanya kecenderungan penurunan kasus terinfeksi Covid-19 di berbagai daerah, salah satunya di Sumatera Barat.

Pola hidup masyarakat di Sumatera Barat berbasiskan kearifan lokal sehingga berperan dalam pencegahan kasus Covid-19. “Kasus Covid-19 di Sumatera Barat terkendali karena menerapkan local wisdom, pola hidup sehat berbasis kearifan lokal,” papar Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko pada acara webinar Kesiapan Nagari/Desa Menuju Era New Normal dalam Pandemic Covid-19, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (5/06).

Moeldoko menjelaskan kebiasan tersebut seperti mengambil air wudhu saat hendak salat. Selain itu juga menutup hidung saat bersin. “Warga Sumatera Barat yang sebagian besar muslim tanpa disadari dengan berwudhu itu membersihkan diri dimana dalam sehari setidaknya dilakukan lima kali. Pemenuhan nutrisi lokal untuk meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat dengan mengkomsumsi tanaman lokal seperti jahe, kunyit dan lainnya” jelasnya. Karena kunci pencegahan COVID ini adalah cuci tangan, jaga jarak, menggunakan masker dan menjaga daya tahan tubuh.

Dalam konteks ke depan paska PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), menurut Moeldoko, saat ini Indonesia menuju situasi pola hidup baru. Sebab masyarakat semakin memiliki kesadaran untuk menegakkan protokol kesehatan. Sehingga angka penularan di beberapa wilayah berkurang. Selain itu juga bila kegiatan masyarakat terus dibatasi maka tidak bisa bekerja atau beraktivitas dengan leluasa sehingga bisa memunculkan berbagai risiko. Mobilitas masyarakat tidak bisa dihentikan begitu saja.
“PSBB tak bisa langsung diakhiri dan kembali seperti semula. Kita dalam situasi menuju pola hidup baru.”

Namun, Moeldoko mengingatkan bahwa karakter Covid-19 tetap harus diwaspadai. “Sekarang angkanya sudah menurun. Kalau tak terkontrol dengan baik, bisa naik lagi. Selama vaksin belum ditemukan, zona hijau bisa kembali kuning. Karena itu protokol kesehatan terus diperhatikan.”

Moeldoko menambahkan, protokol kesehatan pada masa pola hidup baru ini akan lebih detil dan lebih teknis diterapkan pada sektor usaha, pendidikan, tempat ibadah. Ada persyaratan tertentu yang harus diikuti dan ditaati yang menjadi tanggung jawab sosial,” paparnya.

Agar protokol kesehatan dapat tersampaikan dengan baik di masyarakat maka diperlukan peran tokoh atau publik figur, seperti pimpinan daerah atau tokoh agama. Mereka dapat mengomunikasikan secara efektif mengenai pola hidup baru dan pentingnya menerapkan protokol kesehatan sehingga situasi semakin membaik.

Moeldoko juga menjelaskan mengenai prinsip-prinsip penanganan Covid-19. “Perlu ketenangan, tidak terburu-buru, penerapan PSBB sudah dikalkukasi dengan sangat baik. Selan itu, perlu kolaborasi , kerja sama dan gotong royong tidak hanya pemerintah, tapi juga pemda, tokoh masyarakat, agama, pemuda, sampai tingkat RT/RW dan komponen masyarakat lainnya.”

Selain itu, lanjut Moeldoko, pemerintah menentukan langkah yang tepat yang harus dilakukan bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Kementerian Kesehatan dan lainnnya. Bahkan, presiden menyelenggarakan rapat setiap dua kali dalam semnggu untuk memantau perkembangan dan penanganan Covid-19. Selanjutnya, dalam upaya penanganan pandemi ini harus percaya diri dan optimis bahwa pasti dapat tertangani dengan baik.

Menurut Moeldoko, pemerintah telah menerapkan strategi utama pemerintah yaitu masyarakat aman dari pandemi ini, pelaksanaan bantuan sosial dan masyarakat harus tetap melakukan kegiatan usaha, jangan sampai ada pemutusan hubungan kerja.

Pada kesempatan tersebut, Jamal Muchtar Dt. Lelo Ameh Walinagari Lawang Sumbar mengatakan, menghadapi masa pola hidup baru ini masyarakat perlu lebih menjaga protokol kesehatan. “Tokoh adat , ulama dan pemerintah daerah berperan untuk mengomunikasikan kebiasaan masyarakat yang awalnya tidak biasa. Misalnya, mencuci tangan, pemeriksaan suhu badan ketika masuk ke pasar dan sebagainya.”

Sementara itu, Pujiono, Walinagari dari Kecamatan Silaut menjelaskan, situasi wilayahnya termasuk zona hijau dan tidak ada terkonfirmasi kasus positif Covid-19. Aktivitas masyarakat berlangsung seperti biasa, mayoritas bekerja di perkebunan kepala sawit dan pabrik. Meski begitu, kecamatan Silaut mengingatkan warga untuk melakukan isolasi diri dan menyediakan tempat untuk melakukan karantina bila diketahui terdeteksi mengalami Covid-19.

Salah seorang warga Sumatera Barat, Eri mengatakan, warga Minangkabau terbiasa dengan kearifan lokal. Petani sering mengganti pakaian dan berjemur untuk menjaga imunitas tubuh. “Menghadapi pola hidup baru yang disesuaikan dengan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah.” (Ksp/Tri)

 

Caption Foto:

Kepala Staf Presiden Dr. Moeldoko saat mengikuti acara webinar Kesiapan Nagari/Desa Menuju Era New Normal dalam Pandemic Covid-19

Comments
Loading...

Network LNM Media Center


This site is protected by wp-copyrightpro.com

error: Content is protected by LenzaNasional !!