Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Ketua DPW PBB Jatim Ir. H. M. Masduki Thaha,  Mengingatkan Kepada Para Pengurus, Kader, Aktifis dan Simpatisan Sejati Partai Bulan Bintang

0 1.100

Surabaya, Lenzanasional.com – Ketua DPW PBB Jatim Ir. H. M. Masduki Thaha,  mengingatkan kepada para pengurus, kader, aktifis dan simpatisan sejati Partai Bulan Bintang agar  jangan mudah lupa dan terus diingat :

  1. Dalam Muktamar 2015 dengan ma’unah Allah kita berjuang menyelamatkan PBB dari upaya pihak ekaternal yg ingin mengambil alih kendali partai. Kita berhasil menempatkan kembali Yim sbg Ketum dan MSK sbg KMS. Alhamdulillaah.
  2. Hal tsb kita lakukan atas dasar musyawarah dari tingkat bawah dg berbagai pertimbangan yg serius dan matang.
  3. Alhamdulillaah upaya kita tdk sia2. Dibawah kendali Ketum Yim, PBB berhasil meraih simpati masyarakat luas karena Ketum dapat menempatkan dirinya dan PBB pada posisi yg tepat sebagaimana dirindukan ummat selama ini.
  4. Masih ingat ketika Ahok dg jumawa memimpin DKI dan ingin maju lagi? Tidak ada yg berani melawannya. Semua survei memastikan Ahok akan terpilih.
    Yim tampil menantang. 8 bulan bekerja siang malam keluar masuk kampung dengan biaya sendiri… akhirnya dapat mendown-grade popularitas dan elektabilitas Ahok dari 78% menjadi hanya sekitar 33%.
    Saat Ahok sudah lemah… semua muncul dan berani menantang Ahok. Yim terpaksa tergeser. Nasib, PBB tdk memiliki kursi.
  5. Masih ingat bgmn Ahok menggusur warga miskin DKI? Siapa yg membela mereka?
    Yim lah yg tampil di kampung2 (Luar Batang, dsb.).
  6. Saat aksi 411. Masih ingat belasan tokoh dan aktifis ditangkap? Siapa yg membela dan membebaskan dari tahanan?
    Yim lah orangnya. Begadang siang malam berhari2 tanpa pemberitaan media.
  7. Masih ingat Buni Yani? Adakah yg membela dia secara riel? Yim pula orangnya.
  8. Ingat HRS yg dikriminalisasi dg berbagai kasus. Siapa yg terjun membela? Mungkin banyak. Tapi Yim ada di garis depan.
  9. Ingat Ust. Alfian Tanjung? Siapa yg setia mendampingi dan membela? Saya kasih tahu lagi: Yim lah orgnya.
  10. Oya… masih ingat kasus Perppu dan UU Ormas yg menjadi landasan dibubarkannya HTI dan mungkin ormas lainnya nanti? Siapa yg menggugat UU tsb dan membela serta menolak pembubaran ormas islam termasuk HTI? Tidak ada yg lain. Yim lagi… Yim lagi…
  11. Oya… hampir lupa. Masih ingat Ust. ABB ? Di jaman pemerintahan presiden MSP, pemerintah mendapat tekanan asing utk menangkap ust. ABB. Tapi pemerintah menolak. Siapakah inisiator penolakan tsb?
    Mungkin belum tahu, Yim lah oranga. Dalam kapasitas sbg Menkumham.
  12. Siapakah tokoh negeri ini yg mampu menyusun UU dg mengambil sumber dari sumber hukum islam? Adakah? Ada! Yim lah satu2nya.
  13. Capek juga nulisnya. Silahkan baca dan cari tahu sendiri dan tambahkan disini.
  14. Setelah itu pidato2 Yim ditunggu oleh semua tokoh, ulama dan masyarakat di seluruh penjuru. Kehadirannya dinanti2 semua orang di semua tempat. Yim disegani lawan dan dihormati kawan. PBB pun ikut terangkat dan kebanjiran simpati dan eksodus.
  15. Kitapun semakin bersyukur memiliki pemimpin yg sering langkahnya membuat banyak orang terkejut, tapi pada akhirnya terbukti benar.
  16. Kini, masuk episode persiapan Pilpres. Para tokoh dan masyarakat mulai terbelah. Dan banyak org bertanya2 dan mempertanyakan sikap Yim dan PBB yg belum menentukan pilihan.
  17. Diantara mereka ada yg mempersoalkan, menyayangkan, marah, menghujat, berdebat, sumpah serapah, memaki, mengejek, mengancam tidak memilih, keluar, dsb… dsb.
  18. Mereka menuntut agar Yim dan PBB segera menentukan pilihan kpd paslon yg mereka dukung.
  19. Yim yg terbiasa berhitung cermat, detail, teliti dan sabar dalam setiap mengambil pilihan sikap, ingin mengajarkan kepada bangsa ini utk dalam kondisi apapun tetap sabar, stabil dan tetap konsisten dalam kebenaran, keadilan, keseimbangan dan kejernihan sikap dan pikiran.
  20. Yim membawa PBB dan mengajak kita semua utk tdk membeli kucing dalam karung. Tdk menyerahkan cek kosong begitu saja.
    Sampai saat ini belum ada paslon karena belum ditetapkan KPU. Baru bakal calon. Bisa iya bisa tidak. Masih ada waktu utk berfikir dan berdoa kepada Allaah agar bangsa ini dikaruniai pemimpin yg baik bagi bangsa dan negara Indonesia.
  21. Ditengah2 masyarakat yg emosi jangka pendek dan memutlakkan pilihan sikapnya, sikap Yim yang Ideologis Rasional dan berfikir utk waktu jauh kedepan… menjadi tidak populer.
    Namun sepertinya, Yim yg sdh terbiasa menghadapi berbagai jenis tekanan akan tetap berjalan sesuai pikiran dan keyakinannya. Nanti toh semua akan memahami dan menyadari kebenaran langkah dan strateginya.
  22. Hingga saat ini, dimata Yim, kedua paslon belum belum ada yg memberi keyakinan utk dipercaya. Keduanya belum pernah berbicara dan menjelaskan apa komitmennya kepada bangsa. Komitmen dalam penegakan hukum dan keadilan, komitmen terhadap pemulihan kondisi ekonomi yg berat, komitmen kepada ulama, ummat islam dan seluruh warga negara… dsb… dsb. Yim ingin jelas di awal, supaya kelak ummat tdk kecewa lagi.
  23. Pada waktunya nanti PBB akan menentukan sikap dan pilihan. Belum sekarang. Nanti kalau semuanya sdh jelas dan terbuka. Bukan kesepakatan2 tertutup yg tdk diketahui masyarakat. Yim tdk ingin masyarakat mengira PBB melakukan deal2 pragmatis jangka pendek utk kepentingan sesaat. Bersabarlah!
  24. Ya, bersabarlah! Minimal sudah 4 tahun kita bersabar. Bersabar dlm berkhidmat mengurus partai. Dalam kondisi keprihatinan dg dana dari kantong sendiri kita mampu bertahan dan bersabar. Tanpa bantuan dari pihak manapun kita telah teruji setia mengurus partai ini. Teruslah bersabar.
  25. Kita masih ingat bagaimana beratnya kita mengantarkan partai ini menjalani tahap verifikasi sbgmn ketentuan UU. Berdarah2. Saat itu kita minta bantuan kesana kemari… tdk ada jg yg mau peduli.
  26. Setelah partai kita ini lolos dari semua hambatan dan ditetapkan sbg peserta pemilu 2019, dan Ketum Yim berhasil membawa partai ini terbang… alhamdulillaah kita bersyukur bahwa banyak orang merasa partai ini layak menjadi alat perjuangan…
  27. Setelah kita sanggup sekian lama bersabar dalam penderitaan… mengapa kini kita goyah oleh tekanan2 dari luar yg memaksa Ketum utk kehilangan rasionalitas? Mengapa kita akan kurang bersabar utk menunggu dan terus setia mengikuti langkah apa yg akan ketum putuskan… Kita terus temani Ketum, kita jaga, kita ikuti dan kita bela !
  28. Ya… bersabar dan yakinlah! Ketum Yim tdk akan sembarangan mengambil langkah. Yim amat sayang thd partai, pengurus, kader, simpatisan dan masyarakat. Insyaallaah tdk akan menjerumuskan. Yim bukan sekesar politisi biasa. Yim adalah seorang akademisi. Dan Yim adalah seorang Ulama’. Yim adalah seorang aktifis sekaligus Sufi. Sama sekali tak pantas diragukan.
  29. Yang hari2 ini mengkritisi sikap Yim, insyaallaah karena ada rasa sayang kpd PBB. Hanya, interaksi dg partai dan Yim selama ini mungkin minim.
  30. Kita tetap menghormati siapapun baik yg suka ataupun benci kpd PBB.
  31. Oya… ada yg tanya. Mengapa Yim membela tokoh2 islam keras? Kita sampaikan, itu tdk benar!
    Yg benar adalah: Yim membela siapapun yg mengalami perlakuan tidak adil.
    Kalau saat ini banyak tokoh Islam “keras” yg dibela, itu karena mereka sdg mengalami ketidak-adilan hukum. Kalau nanti misalnya Kyai Ma’ruf Amin mengalami perlakuan ketidak-adilan, kita yakin Yim akan membela mati2an.
  32. Selama ketidak-adilan masih ada, disana Yim si Laksamana Cheng Ho akan terus hadir menghunus pedang keadilan.

Wallaahu a’lam.

23 Agustus 2018
M. Masduki Thaha
DPW PBB Jawa Timur

Comments
Loading...

Network LNM Media Center