Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

KH Muhammad Abdul Mu’min : Fadli Zon Jangan Kurang Ajar Pada Ulama

0 394

Subang, LenzaNasional.com – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotul Hasanah Subang Jawa Barat, KH Muhammad Abdul Mu’min, menilai Wakil Ketua DPR Fadli Zon tak pantas mempolitisir do’a ulama sepuh KH Maimun Zubair atau biasa dipanggil Mbah Moen. Menurut Abdul Mu’min, Fadli Zon tak menghormati Mbah Moen yang menyindirnya dalam sebuah puisi berjudul #doayangditukar.

KH Muhammad Abdul Mu’min, meminta para politisi tidak mempermainkan ulama terlebih dalam hal ini doa yang dipanjatkan oleh Kiai Maimun.

“Rasulullah memerintahkan agar kita menghormati ulama, takdim kepada ulama, karena ulama adalah yang mengurus umat dan yang memerdekakan republik ini,” kata Abdul Mu’min kepada wartawan, Senin 4 Februari 2019.

Puisi yang dibuat oleh politikus Partai Gerindra itu disebut sudah merendahkan ulama dan pesantren. Ia menganggap kontestasi pilpres sudah menghilangkan nalar dan akal sehat seseorang.

“Saya sudah baca puisi Fadli itu, dan isinya merendahkan ulama dengan mengatakan doanya ditukar. Para politisi jangan kurang ajar pada ulama. Pesantren itu sudah berumur ratusan tahun sementara politisi baru lahir kemarin sore,” ujarnya.

Sebelumnya, Mbah Moen salah mengucapkan saat melafalkan doa untuk calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi di Rembang, Jumat (1/2/2019).

Saat itu Mbah Moen menyebut nama Prabowo Subianto yang seharusnya Jokowi di doanya.

Jokowi tepat berada di samping Mbah Moen dan sedang menengadahkan tangannya memanjatkan doa.

Setelah doa, Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy membisikkan sesuatu kepada Mbah Moen.

Setelah Romahurmuziy memberikan penjelasan kepada Mbah Moen, Kiai tersebut lantas mengoreksi pernyataannya yang menyebut Prabowo Subianto.

“Ala (untuk) Pak Prabowo, la (tidak) Pak Prabowo, menawa (tapi) Pak Jokowi, Pak Joko Widodo,” ucap Mbah Moen memberikan penjelasan.

“Alliwah (menunjukkan) ikhtiyaarii(pilihanku),” lanjutnya.

Mbah Moen meminta maaf salah menyebut nama Jokowi dan justru mengatakan Prabowo.

“Saya kalau luput sudah tua, saya umur 90 lebih. Jadi saya dengan ini saya untuk pribadi siapa yang di samping saya enggak ada kecuali Pak Jokowi,” jelas Mbah Moen.

Berikut ini isi puisi tersebut dalam cuitan politisi Kader Gerindra dan juga anggota DPR Fadli Zon dalam akun twitternya pada minggu (03/01/2019) dengan judul “#doayangditukar” 

DOA YANG DITUKAR

doa sakral
seenaknya kau begal
disulam tambal
tak punya moral
agama diobral

doa sakral
kenapa kau tukar
direvisi sang bandar
dibisiki kacung makelar
skenario berantakan bubar
pertunjukan dagelan vulgar

doa yang ditukar 
bukan doa otentik
produk rezim intrik
penuh cara-cara licik
kau penguasa tengik

Ya Allah
dengarlah doa-doa kami
dari hati pasrah berserah
memohon pertolonganMu
kuatkanlah para pejuang istiqomah
di jalan amanah

Fadli Zon Zon, Bogor, 3 Feb 2019

Sementara cuitan di twiter Alissa Wahid (Putri Gusdur) membalas cuitan Fadli Zon, menanggapi, dan mempertanyakan dalam  siapa orang yang dimaksud dengan ‘kau’ oleh Fadli Zon.

Ia mempertanyakan apakah ‘kau’ itu adalah Ulama Nadhlatul Ulama (NU), Kiai Haji Maimun Zubair atau Mbah Moen.

Alissa Wahid lantas menyinggung bahwa Fadli Zon juga pernah salah dan meminta maaf, dengan menambahkan link berita Fadli meminta maaf karena turut sebarkan berita hoaks Ratna Sarumpaet.

Alissa menegaskan, salah sebut Mbah Moen adalah hal yang manusiawi.

“Pak, yang anda “kau-kau”-kan di sini siapa? Kyai Maimoen Zubair?

Anda kan juga pernah salah & anda minta maaf.

Kepleset lidah Mbah Moen kesalahan manusiawi. Beliau ralat seperti anda ralat hoax anda. Mengapa Anda menuduh Mbah Moen membegal doa?” tulis Alissa Wahid.

Alissa Wahid kembali menjelaskan bahwa Romi disindir sebagai kacung makelar, bukan ‘kau’.

Dalam kicauan lain, Alissa Wahid juga menyebutkan, dirinya tidak pernah menuliskan komentar apapun terkait Fadli Zon.

Namun kali ini, Alissa Wahid menganggap Fadli Zon keterlaluan karena menyindir Mbah Moen.

“Saya tidak pernah mengomentari pak @fadlizon sebelum ini. Namun kali ini kalau “kau” dalam puisinya adalah Mbah Moen, sudah keterlaluan menyindir Mbah Moen sebagai membegal doa.

Pak @prabowo sebelum ini datang juga diterima Mbah Maimoen baik- baik kok,” tegas Alissa Wahid.

Sementara Ketua Umum PPP M Romahurmuziy juga membuat puisi ‘Katanya Bela Ulama’. Puisi ini ditujukan Rommy kepada pihak-pihak yang disebutnya mempermainkan doa KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

“Itu puisi untuk yang mempermainkan doa Kiai Maimoen Zubair, dengan memotong dan membuat meme serta cuitan yang merendahkan martabat beliau,” ujar Rommy.

Puisi Rommy berbicara soal pihak-pihak yang mengklaim membela ulama namun malah mempermainkan salah ucap dalam doa Mbah Moen. Puisi itu juga berbicara tentang pihak yang menghalalkan segala cara.

Berikut ini puisi Rommy soal ‘Katanya Bela Ulama’:

Katanya bela ulama
Kyai paling sepuh pun kau nista
Dengan aneka meme dan cela

Katanya bela agama
Tapi kau halalkan semua
Tuk gelapkan siang sebelum waktunya

Katanya hasil ijtima’
Baca Qur’an pun kau hindari dengan berbagai cara

Jadi sebenarnya kau makhluk apa?
Editan atau manusia (*)

Comments
Loading...

Network LNM Media Center