Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Pemuda Pancasila Kota Surabaya Siap Mengawal Kejati Jawa Timur untuk Mengungkap aktor-aktor di belakang kasus P2SEM PP

0 976

 

H.A.Baso Juherman,SP. SH. (Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya)

Surabaya, LenzaNasional.Com – Tertangkapnya dr Bagoes Soetjipto Soelyoadikoesoemo sepertinya menjadi pintu masuk bagi Kejati Jatim untuk mengungkap siapa saja anggota DPRD Jatim periode 2004-2008 yang menjadi penerima aliran dana tersebut. Pasalnya, selama ini kasus P2SEM hanya menyasar para kroco-kroco penerima dana, dan bukan aktor utamanya.

Dengan Bagoes bernyanyi ini, pihak Kejati bisa mengetahui aktor-aktor di belakang kasus P2SEM tersebut.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim segera mengeluarkan surat perintah penyelidikan untuk kasus mega korupsi P2SEM (Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat) 2008. Ada titik terang kasus ini akan dibuka lagi.

Kepala Kejati Jatim, Maruli Hutagalung menyebut, surat perintah penyelidikan kasus P2SEM akan dibuka awal tahun 2018.

“Kita mulai awal tahun. Karena kalau sekarang saya mengeluarkan masuk dalam tunggakan kalau enggak selesai karena ini akhir tahun. Nanti saya akan keluarkan surat perintah penyelidikan dulu ya. Penyelidikan, bukan penyidikan lho ya,” terang Kajati Jatim ini di sela-sela pemusnahan barang bukti miras di Mapolda Jatim, Surabaya.

Ditempat terpisah, Sekretaris Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Surabaya, H. A. Baso Juherman, SP. SH, mengungkapkan bahwa Pemuda Pancasila Kota Surabaya siap mengawal statement Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk melakukan penyelidikan kasus P2SEM.

Kasus P2SEM merupakan kasus korupsi paling heboh di Jatim. Dalam kasus tersebut, diduga melibatkan banyak anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 dan beberapa pejabat tinggi di Pemprov Jatim, ungkap Baso Juherman.

Lanjut Baso Juherman, berdasrkan data dari laporan atas kepatuhan dalam kerangka pemeriksaan laporan keuangan provinsi jawa timur tahun anggaran 2008, oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jatim tanggal 25 Mei 2009), bahwa saat itu kegiatan P2SEM dianggarkan dalam APBD melalui belanja hibah, kode rekening 51405001 sebesar Rp. 1.475.452.300.000 dan realisasi sampai dengan 31 Desember 2008 sebesar Rp. 1.283.926.009.927. Namun demikian, ujung-ujungnya ternyata di lapangan program P2SEM ini banyak bermasalah, diselewengkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, mulai dari pelaksanaan program yang tidak jelas sampai dugaan LSM fiktif. Yang lebih mencengangkan rekomendasi yang dikeluarkan anggota DPRD Jatim untuk lembaga penerima diduga banyak yang diperdagangkan.

Wajarlah jika dana miliaran rupiah tersebut kemudian hangus begitu saja. Dana hibah tersebut disebar untuk kemudian dibuat bancakan.

Beberapa orang yang terlibat penggunaan dana P2SEM bahkan sudah ada yang divonis dan kini bebas, seperti mantan Ketua DPRD Jatim almarhum Fathorrasjid. Namun demikian, banyak pihak menilai pengusutan belum tuntas.

Semasa hidup Fathorrasjid pernah menyebutkan beberapa anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 yang terlibat korupsi P2SEM. Antara lain RB Rp 31 miliar dari fraksi PAN, AS Rp 18 miliar dari fraksi PKS, AJ Rp 17 miliar dari fraksi PKB, FA Rp 12,25 miliar dari fraksi PPP, ALS Rp 11,55 miliar dari fraksi Golkar, SH Rp 9,5 miliar dari fraksi Demokrat, AN Rp 5,580 miliar dari fraksi PKB, RH Rp 5,560 miliar dari fraksi Golkar, DM Rp 3,5 miliar dari fraksi PKB, dan RA Rp 2,5 miliar dari fraksi Demokrat. Selain nama-nama tersebut, disebutkan juga nama-nama mantan anggota DPRD Jatim yang turut mendapatkan dana hibah P2SEM senilai total Rp 225 miliar itu, seperti JW dari PDI-P.

Pemuda Pancasila Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur khususnya Kota Surabaya, untuk menjadikan momentum Tahun Baru 2018 adalah Tahun Bebas Koruptor di Jawa Timur, ujar Baso Juherman. (LN/Red)

Comments
Loading...

Network LNM Media Center


This site is protected by wp-copyrightpro.com

error: Content is protected by LenzaNasional !!