Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Pemuda Pancasila Kota Surabaya Tolak Aksi Ganti Presiden 2019

0 945

Surabaya, Lenzanasional.com – Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Surabaya,  menolak secara keras aksi deklarasi Ganti Presiden yang akan digelar di Tugu Pahlawan, Minggu (26/8) mendatang.

Penolakan ini disampaikan melalui surat yang dikeluarkan tertanggal 21 Agustus 2018 yang ditujukan kepada Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin. Surat dengan nomor 021/PP-SBY/VIII/2018 menyebutkan bahwa adanya pesan berantai melalui WhatsApp (WA) tentang kegiatan Deklarasi Ganti Presiden. Dalam hal ini, Pemuda Pancasila Kota Surabaya menginginkan Provinsi Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya tetap dalam suasana kondusif.

Surat penolakan deklarasi ganti Presiden tersebut dibenarkan Ketua Pemuda Pancasila Kota Surabaya H Haries Purwoko saat dikonfirmasi, Kamis (23/8) kemarin. Pihaknya meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak mengeluarkan surat izin untuk aksi tersebut.

“Kami benar-benar menolak aksi deklarasi ganti Presiden agar tidak menimbulkan kerawanan di Kota Surabaya. Apalagi suasana politik saat ini semakin memanas, jangan sampai Surabaya menjadi tidak kondusif,” katanya.

Menurut Haries, Pemuda Pancasila Kota Surabaya sangat keberatan dengan kegiatan tersebut. Sebab, deklarasi tersebut telah menodai sila ke-3 dari Pancasila dan semangat Bhineka Tunggal Ika. “Makanya, sebelum terjadi kerusuhan yang tidak diinginkan, pihak polisi harus membubarkan dan tidak mengeluarkan izin tersebut,” terangnya.

Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya,  H. Baso Juherman menambahkan bahwa Surabaya ini jangan di jadikan arena kampanye terselubung. Sikap Pemuda Pancasila Insya’ Allah sesuai konstitusi dan mendukung penuh aparat untuk mengambil tindakan tegas membubarkan aksi aksi yang terindikasi sebagai kegiatan kampanye yg bisa mengancam disintregasi bangsa dan keamanan kota surabaya.

Kita harus menjaga kota surabaya yang kita kenal dengan kota pahlawan, jangan ciderai NKRI dan kebhinekaan, agar iklim usaha di kota ini lebih maju dan kondusif, “Surabaya kota perdagangan harus aman,”  pungkasnya.  (LN/Red)

Comments
Loading...

Network LNM Media Center