1.500 Lulusan Unesa Diwisuda, Kampus Dorong Alumni Terus Belajar dan Berkontribusi

SURABAYA – Sebanyak sekitar 1.500 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi menyelesaikan masa studi dalam Wisuda ke-122, Sabtu (26/9/2026). Setelah prosesi wisuda, para lulusan dihadapkan pada tantangan baru untuk menerapkan ilmu sekaligus terus mengembangkan kompetensinya.

Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan mengatakan, kelulusan dari perguruan tinggi bukan akhir dari proses pembelajaran. Justru, para alumni harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang berlangsung cepat, terutama akibat perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Karena itu, Unesa berupaya membekali lulusan tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga integritas, karakter, dan daya saing.

“Wisudawan yang ke-122 ini kita memang menyiapkan segala sesuatunya agar mereka punya jiwa integritas, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Nurhasan.

Menurutnya, tantangan lulusan di masa depan juga semakin kompleks. Mereka tidak hanya dituntut mampu bersaing untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga diharapkan memiliki keberanian menciptakan lapangan kerja dan memberikan solusi atas persoalan di lingkungan sekitar.

Selama menempuh pendidikan, mahasiswa Unesa dibekali berbagai kompetensi tambahan. Di antaranya kemampuan pengelolaan, pendampingan psikologi, hingga pengetahuan mengenai akuntansi.

Kampus juga menyelenggarakan sejumlah workshop untuk memperkuat keterampilan mahasiswa sehingga ketika menjadi alumni mereka dapat mengambil peran dalam berbagai bidang, termasuk mendukung program pembangunan pemerintah.

“Harapannya melalui itu, kita siapkan betul mereka nanti sebagai pendamping agar program pemerintah berjalan baik dan lancar,” katanya.

Hampir Separuh Lulusan Telah Bekerja

Sementara itu, Wakil Rektor I Unesa Prof. Dr. Martadi mengungkapkan, sebagian lulusan yang mengikuti Wisuda ke-122 telah berhasil memasuki dunia kerja.

Berdasarkan tracer study, sebanyak 48 persen wisudawan tercatat sudah mendapatkan pekerjaan. Selain itu, sekitar 10 persen lulusan memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3.

“Yang menggembirakan adalah 48 persen dari wisudawan yang hari ini diwisuda itu sudah mendapatkan pekerjaan. Kemudian ada 10 persen di antara mereka yang ingin studi lanjut ke S2 dan S3,” ujar Martadi.

Capaian akademik para lulusan juga tergolong tinggi. Rata-rata IPK wisudawan berada pada kisaran 3,8 hingga 3,9.

Lulusan dengan prestasi akademik tinggi selanjutnya akan dipetakan untuk mendapatkan akses ke program Bina Talenta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Melalui program tersebut, lulusan berprestasi berpeluang mengikuti berbagai program pengembangan talenta maupun mendapatkan dukungan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.

Ada Beasiswa bagi Lulusan Berprestasi

Unesa juga menyiapkan beasiswa pendidikan lanjutan bagi sejumlah lulusan yang dinilai memiliki prestasi.

Rektor Unesa Nurhasan mengatakan, setiap pelaksanaan wisuda terdapat sekitar 12 lulusan yang mendapatkan kesempatan tersebut. Program ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya kampus mendorong para lulusan terbaik agar terus mengembangkan kemampuan.

“Pemberian beasiswa itu salah satu bentuk apresiasi kita kepada putra-putri wisudawan yang luar biasa dan kita sadar bahwa itu adalah aset negara,” tuturnya.

Menurut Nurhasan, pengembangan sumber daya manusia juga dilakukan terhadap sivitas akademika Unesa. Dosen dan pegawai diberikan kesempatan menempuh pendidikan S2 maupun S3 tanpa biaya sebagai bagian dari peningkatan kapasitas.

“Semua pegawai dikuliahkan S2 dan S3. Dan di Unesa gratis. Apalagi alumni yang hebat-hebat itu kita beri gratis agar mereka mendapatkan peluang untuk meningkatkan itu,” ujarnya.

Dukungan tersebut juga diharapkan dapat menjadi salah satu cara mempertahankan talenta terbaik agar tetap memiliki kesempatan berkembang dan berkontribusi di Indonesia.

Nurhasan menyebut, sejumlah lulusan terbaik Unesa bahkan pernah mendapatkan tawaran beasiswa dari perguruan tinggi di luar negeri. Namun, kampus tetap berupaya menyediakan ruang pengembangan bagi alumni melalui fasilitas pendidikan lanjutan.

Ia pun mengingatkan para wisudawan agar tidak cepat puas setelah memperoleh gelar akademik. Perubahan teknologi yang begitu cepat membuat kebutuhan terhadap pengetahuan dan keterampilan baru akan terus berkembang.

“Harapannya mereka tetap semangat untuk selalu belajar, belajar, dan belajar. Karena perubahan begitu cepat, transformasi digital begitu cepat, sehingga kita tambah ilmu yang lebih tinggi lagi, S2 maupun S3,” pungkas Nurhasan.