222 Atlet Ramaikan Kejuaraan Muay Thai, Surabaya Bidik Bibit untuk Porprov 2027

SURABAYA – Sebanyak 222 atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur ambil bagian dalam Kejuaraan Muay Thai yang digelar di Kota Surabaya. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pembibitan sekaligus pemetaan kekuatan atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Antusiasme peserta menjadi salah satu indikator berkembangnya olahraga Muay Thai di Jawa Timur. Para atlet dari sejumlah daerah turun bertanding untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman sebelum menghadapi kompetisi dengan level yang lebih tinggi.

Ketua panitia mengatakan, jumlah peserta yang mencapai 222 atlet menunjukkan tingginya minat terhadap olahraga Muay Thai. Kondisi tersebut sekaligus menjadi modal penting dalam proses pembinaan atlet di Jawa Timur.

“Kejuaraan ini diikuti 222 peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap olahraga Muay Thai,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, kejuaraan tidak semata-mata berorientasi pada hasil pertandingan. Lebih dari itu, arena kompetisi diharapkan menjadi tempat munculnya atlet-atlet potensial yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Semoga dengan adanya event ini bisa mengangkat prestasi atlet-atlet Jawa Timur. Kita berharap lahir atlet-atlet terbaik yang mampu membanggakan Jawa Timur dan bangsa Indonesia,” katanya.

Panitia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan. Faktor kesehatan dan keselamatan atlet menjadi perhatian agar seluruh rangkaian kejuaraan dapat berlangsung dengan baik.

Sementara itu, sambutan yang mewakili Ketua KONI Kota Surabaya menegaskan bahwa kejuaraan tersebut memiliki arti penting dalam proses pembinaan dan peningkatan kualitas atlet Muay Thai.

Apresiasi disampaikan kepada seluruh atlet, pelatih, manajer, wasit dan juri, tenaga medis, panitia, sponsor, serta berbagai pihak yang ikut mendukung terselenggaranya kejuaraan.

“Jumlah 222 peserta menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kita semua untuk menghadirkan pertandingan yang sportif, adil, aman, dan berkualitas,” ujarnya.

Ia menilai, setiap atlet yang turun bertanding membawa proses panjang di belakangnya. Mulai dari latihan, kerja keras, pengorbanan waktu hingga dukungan keluarga dan lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang atlet.

Karena itu, kompetisi seperti ini diharapkan mampu memberikan ruang yang cukup bagi atlet untuk mengasah kemampuan, meningkatkan mental bertanding, sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.

Sinergi antara pemerintah, KONI, Pengurus Provinsi Muay Thai Indonesia dan Pengurus Kota Muay Thai Indonesia juga dinilai perlu terus diperkuat. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan ekosistem olahraga yang semakin baik.

“Dari arena seperti ini kita berharap lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Surabaya dan Jawa Timur, hingga membawa nama Indonesia ke tingkat internasional,” tuturnya.

Persiapan Porprov Jatim 2027

Ketua Muay Thai Kota Surabaya mengatakan, kejuaraan tersebut memang dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembibitan atlet menuju Porprov Jawa Timur 2027.

“Memang ini untuk pembibitan dan persiapan kejuaraan Porprov tahun 2027. Kami mulai melihat atlet mana yang nantinya bisa diseleksi dan mengikuti Porprov,” jelasnya.

Kejuaraan tersebut diikuti atlet dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Bahkan, terdapat peserta dari Bali yang turut ambil bagian. Kehadiran atlet dari luar daerah dinilai memberikan keuntungan bagi proses evaluasi karena para atlet Surabaya mendapatkan lawan dengan kemampuan dan karakter bertanding yang lebih beragam.

Menurutnya, pertandingan dengan atlet dari luar daerah dapat menjadi sarana untuk mengukur perkembangan sekaligus mengetahui sejauh mana kemampuan atlet Surabaya.

“Kalau hanya bertanding dengan atlet Surabaya, perkembangan atlet juga akan terbatas. Dengan adanya peserta dari luar daerah, termasuk Bali, kami bisa sama-sama mengukur kekuatan dan mengetahui sejauh mana perkembangan atlet,” katanya.

Selain menjadi ajang pembibitan, kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kompetisi atau liga yang bertujuan memperbanyak jam terbang atlet. Pengalaman bertanding secara rutin dinilai penting untuk membentuk mental dan kesiapan atlet sebelum menghadapi kejuaraan yang lebih besar.

Muay Thai sendiri memiliki sejumlah nomor pertandingan, baik putra maupun putri. Namun, terkait nomor yang akan diprioritaskan untuk Porprov Jatim 2027, Muay Thai Kota Surabaya masih melakukan pembahasan bersama KONI Kota Surabaya.

“Kami masih diskusikan nomor-nomornya dengan KONI Surabaya. Yang jelas, komitmen kami bersama KONI dan Pemerintah Kota Surabaya adalah meraih medali emas sebanyak-banyaknya,” tegasnya.

Tingkatkan Latihan dan Evaluasi Atlet

Menghadapi Porprov Jatim 2027, persiapan atlet Surabaya akan terus ditingkatkan. Tidak hanya melalui program latihan, kondisi fisik atlet juga menjadi bagian penting yang akan dievaluasi secara berkala.

Kejuaraan seperti ini menjadi salah satu instrumen untuk melihat kesiapan atlet secara lebih menyeluruh. Hasil pertandingan dapat menjadi bahan evaluasi terhadap teknik dan kemampuan bertanding, sementara kondisi fisik menjadi indikator lain yang tidak kalah penting.

“Latihan pasti kami tingkatkan karena waktunya sudah semakin dekat. Melalui kejuaraan ini kami juga bisa mengetahui kekuatan atlet, bukan hanya dari hasil pertandingan, tetapi juga kondisi fisiknya,” ujarnya.

Evaluasi secara berkala diperlukan agar performa atlet tetap terjaga hingga memasuki masa persiapan puncak Porprov. Atlet yang menunjukkan perkembangan dan konsistensi akan menjadi bagian dari proses pemantauan menuju seleksi.

Muay Thai Kota Surabaya pun memasang target tinggi pada Porprov Jatim 2027. Mereka ingin mempertahankan tradisi sebagai juara umum sekaligus mempersembahkan sebanyak mungkin medali emas bagi Kota Surabaya.

“Target kami tetap juara umum. Kami akan berusaha mendapatkan medali emas sebanyak-banyaknya untuk Kota Surabaya,” pungkasnya.