SURABAYA – Panitia Soekarno Cup U-17 2026 menghadirkan sejumlah terobosan dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola usia muda yang berlangsung pada 10-24 Agustus 2026 di Jawa Timur. Mulai dari penggunaan bola berstandar FIFA, keterlibatan wasit perempuan pada laga pembuka, hingga seluruh pertandingan yang disiarkan secara langsung melalui YouTube.
Inovasi tersebut diumumkan usai proses drawing 16 tim peserta Soekarno Cup U-17 2026 yang dihadiri Ketua Panitia Nasional Komarudin Watubun, Wakil Ketua Panitia Nasional Ono Surono, Wakil Ketua Panitia Pelaksana Eri Irawan, pengawas pertandingan PSSI, serta perwakilan seluruh kontingen.
Wakil Ketua Panitia Pelaksana Soekarno Cup 2026, Eri Irawan, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dirancang lebih profesional dengan mengedepankan transparansi, kesetaraan bagi seluruh peserta, dan pemanfaatan teknologi.
“Semuanya berjalan transparan. Seluruh tim akan mendapatkan kesempatan latihan yang sama H-1 pertandingan. Tidak ada tim yang mendapat keistimewaan. Semua memperoleh fasilitas yang setara,” kata Eri.
Ia menjelaskan, panitia juga menetapkan penggunaan Adidas Tiro Competition, bola yang telah mengantongi sertifikasi FIFA Quality Pro. Pemilihan bola tersebut telah disosialisasikan jauh hari agar seluruh tim memiliki kesempatan beradaptasi selama masa persiapan di daerah masing-masing.
Tak hanya itu, pertandingan pembuka pada 10 Agustus akan dipimpin wasit perempuan. Menurut Eri, langkah tersebut menjadi simbol bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sama untuk memimpin pertandingan sepak bola di level nasional.
“Ini menjadi bukti bahwa perempuan memiliki kompetensi dan kontribusi penting, termasuk dalam aspek kepemimpinan di lapangan olahraga,” ujarnya.
Panitia juga memastikan seluruh pertandingan Soekarno Cup U-17 2026 dapat diakses masyarakat melalui siaran langsung di kanal YouTube Soekarno Cup 2026.
Selain memberikan kemudahan bagi publik untuk menyaksikan pertandingan, panitia juga menggandeng tim pencari bakat independen dari PSSI untuk memilih Man of the Match di setiap laga berdasarkan data statistik pertandingan.
Pada akhir kompetisi, panitia akan memberikan penghargaan kepada pelatih terbaik, kiper terbaik, tim fair play, serta juara pertama, kedua, dan ketiga.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Nasional Ono Surono menegaskan Soekarno Cup U-17 merupakan bentuk komitmen berkelanjutan PDI Perjuangan dalam pembinaan sepak bola usia muda.
“Ini adalah penyelenggaraan yang ketiga. Kompetisi ini akan terus dilaksanakan sebagai wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit pesepak bola Indonesia,” ujarnya.
Sebanyak 16 tim dari berbagai provinsi akan bersaing memperebutkan gelar juara pada turnamen yang berlangsung 10-24 Agustus 2026. Jawa Timur dipercaya menjadi tuan rumah setelah sukses menjadi juara pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Pertandingan akan digelar di sejumlah stadion di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan, dengan harapan mampu melahirkan pemain-pemain muda yang kelak memperkuat klub profesional maupun Tim Nasional Indonesia.
Siap Tampung Talenta Terbaik
Ono juga menyebutkan bahwa talenta-talenta terbaik dari turnamen ini siap ditampung oleh tiga klub milik PDIP, yakni Banteng Jatim FC yang berkompetisi di Liga 4, Putra Sang Fajar (Liga 3) dan De Red (Liga 2).
“Klub-klub ini siap menjadi wadah bagi pemain-pemain bertalenta. Kami siap menyalurkan bakat besar anak-anak muda jebolan turnamen nasional ini,” ujar Ono.
Ono berharap, para pemain bisa tampil optimal di setiap laga agar mereka memiliki kesempatan untuk bergabung dengan klub-klub yang dimiliki PDIP.

