SURABAYA — Keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi Mochammad Fadillah Akbar untuk berprestasi. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu sukses memboyong dua penghargaan tingkat nasional dalam waktu bersamaan.
Akbar meraih Juara 3 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional kategori Disabilitas dan Juara 1 Parade Busana Kebudayaan Indonesia yang digelar di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, pada 4–7 Agustus 2026.
Dua prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa penyandang disabilitas memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan di berbagai bidang. Akbar tidak hanya tampil melalui gagasan inovatif, tetapi juga ikut mempromosikan keberagaman budaya Indonesia.
Dalam ajang Pilmapres Nasional, Akbar mengusung gagasan INCO-HUB (Inclusive Coffee & Skill Hub). Gagasan ini dirancang untuk mendorong pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas rungu melalui pelatihan inklusif, praktik kerja nyata hingga penempatan kerja di ekosistem UMKM kopi.
Gagasan tersebut dikembangkan Akbar dengan bimbingan Acep Ovel Novari Beny dari PUI Disabilitas Unesa. Selain mempresentasikan inovasinya, Akbar juga menunjukkan 10 capaian unggulan serta kompetensi dalam public speaking, kepemimpinan, kewirausahaan, kompetisi, dan pengembangan inovasi yang memiliki dampak sosial.
Tidak berhenti di bidang inovasi, Akbar kembali menunjukkan kemampuannya dalam Parade Busana Kebudayaan Indonesia. Bersama tim, ia menggabungkan berbagai unsur busana adat Bali, Palembang, dan Jawa yang dipadukan dengan tarian daerah.
Konsep tersebut tidak sekadar menjadi pertunjukan busana, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan pesan mengenai keberagaman dan persatuan Indonesia.
“Juara 1 Parade mengajarkan saya bahwa keberagaman budaya dapat menjadi kekuatan untuk membangun persatuan,” tuturnya.
Bagi Akbar, dua kompetisi tersebut memberikan pengalaman yang berbeda sekaligus berharga. Ia menilai penghargaan yang diraih bukan semata-mata soal menjadi juara, melainkan hasil dari proses persiapan, pembelajaran, keberanian tampil, serta kemampuan memberikan yang terbaik.
Sebagai mahasiswa penyandang disabilitas rungu, tantangan komunikasi menjadi salah satu hal yang harus dihadapi selama mengikuti kompetisi. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya mundur.
“Saya menjadikannya sebagai motivasi untuk menunjukkan bahwa dengan persiapan, strategi, dan kepercayaan diri, saya tetap mampu berkompetisi dan memberikan yang terbaik di tingkat nasional,” katanya.
Kepala Seksi Minat, Bakat, Kompetensi, dan Penalaran Unesa, Noor Rohmah Mayasari, menyebut capaian Akbar sebagai prestasi penting bagi kampus. Terlebih, Pilmapres Nasional kategori Disabilitas dan Parade Busana Kebudayaan Indonesia tersebut baru pertama kali digelar tahun ini.
Menurutnya, prestasi Akbar sekaligus menunjukkan pentingnya pembinaan mahasiswa secara berkelanjutan, termasuk bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
“Ke depan, Unesa berharap pembinaan yang dilakukan lebih dini dapat melahirkan lebih banyak mahasiswa berprestasi, baik dari kategori disabilitas maupun kategori diploma dan sarjana, untuk bersaing di tingkat nasional,” harapnya.
Noor menambahkan, pemetaan potensi mahasiswa sejak awal perkuliahan menjadi salah satu langkah penting. Mahasiswa perlu didorong untuk aktif mengikuti kegiatan akademik maupun nonakademik sehingga kemampuan yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.
Sementara itu, Akbar mengajak mahasiswa penyandang disabilitas untuk tidak membatasi diri karena kondisi yang dimiliki. Menurutnya, setiap kesempatan untuk belajar, mencoba, dan berkompetisi harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Ia meyakini prestasi tidak selalu berawal dari sesuatu yang besar. Keberanian untuk memulai, konsistensi mengembangkan kemampuan, serta keinginan memberikan manfaat bagi orang lain menjadi modal penting untuk meraih pencapaian.
Kisah Akbar sekaligus mempertegas bahwa ruang yang inklusif dapat membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa penyandang disabilitas untuk menunjukkan potensi, berkarya, dan mengukir prestasi hingga tingkat nasional.

