SURABAYA — Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai memberikan dukungan terhadap kreativitas dan inovasi peserta didik SMAN 5 Surabaya melalui pengembangan produk karya siswa. Dukungan tersebut ditunjukkan dengan turut mengikuti sesi shooting untuk mempromosikan produk Surasweet dan Project Nekat yang berhasil melaju ke Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI).
Kegiatan promosi produk karya siswa SMAN 5 Surabaya tersebut berlangsung di Surabaya pada Kamis (6/8/2026). Dalam kesempatan itu, Aries Agung Paewai berinteraksi langsung dengan para siswa yang terlibat dalam pengembangan dan promosi kedua produk tersebut.
Kehadiran Kadindik Jatim menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta didik yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu menghasilkan karya inovatif dan memiliki nilai kewirausahaan.
Melalui unggahan media sosial Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, disebutkan bahwa keberhasilan Surasweet dan Project Nekat melaju ke FIKSI menjadi bukti berkembangnya kreativitas, inovasi, serta jiwa kewirausahaan peserta didik Jawa Timur.
“Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memberikan dukungan terhadap karya inovatif peserta didik SMAN 5 Surabaya dengan turut mempromosikan produk Surasweet dan Project Nekat,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Dorong Siswa Berani Berinovasi
Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) menjadi salah satu ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan sekaligus memperkenalkan gagasan dan produk hasil kreativitas mereka. Ajang tersebut mendorong siswa agar tidak hanya mampu menciptakan ide, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan produk dan membangun jiwa kewirausahaan.
Keikutsertaan siswa SMAN 5 Surabaya melalui Surasweet dan Project Nekat menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya berbagai inovasi peserta didik.
Aries Agung Paewai menilai kreativitas siswa perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya melalui kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat secara lebih luas.
Promosi produk juga menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kewirausahaan siswa. Dengan memperkenalkan karya secara langsung melalui berbagai media, peserta didik dapat belajar bagaimana membangun komunikasi, mengenalkan keunggulan produk, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
Karya Siswa Jatim Siap Bersaing Nasional
Dukungan terhadap Surasweet dan Project Nekat juga menjadi bagian dari upaya mendorong peserta didik Jawa Timur agar semakin percaya diri menghadapi kompetisi di tingkat nasional.
Dinas Pendidikan Jatim menegaskan bahwa kreativitas, inovasi dan jiwa kewirausahaan peserta didik terus berkembang. Hal itu tercermin dari munculnya karya-karya siswa yang mampu mengikuti berbagai ajang inovasi dan kewirausahaan.
Bagi siswa, pengalaman mengikuti FIKSI tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir kompetisi. Proses menciptakan produk, mengembangkan konsep, melakukan promosi hingga mempresentasikan karya menjadi pengalaman pembelajaran yang berharga.
Keterlibatan langsung Kadindik Jatim dalam sesi promosi produk Surasweet dan Project Nekat sekaligus memberikan pesan bahwa karya peserta didik perlu mendapat ruang dan perhatian.
SMAN 5 Surabaya pun menjadi salah satu contoh satuan pendidikan yang memberikan ruang bagi siswanya untuk mengembangkan kreativitas melalui inovasi dan kewirausahaan.
Ke depan, dukungan terhadap program semacam ini diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem pendidikan di Jawa Timur. Peserta didik tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas, kemampuan berinovasi, komunikasi dan jiwa kewirausahaan.
Dengan melajunya Surasweet dan Project Nekat ke Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), karya siswa SMAN 5 Surabaya turut membawa semangat inovasi pelajar Jawa Timur untuk bersaing di tingkat nasional.

