SURABAYA — Komitmen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam mendorong inovasi dan memperluas akses pendidikan kembali mendapat apresiasi. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menerima penghargaan dalam ajang 9.9 Awarding Melesat Hebat yang digelar dalam rangka memperingati hari jadi ke-4 Ketik.com, Rabu (9/9/2026).
Aries menerima penghargaan dengan kategori “Inovator Utama EJIES dan Pelopor Beasiswa Inklusif”. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kiprah dan gagasan yang dinilai memberikan kontribusi terhadap penguatan ekosistem pendidikan di Jawa Timur.
Momen penyerahan penghargaan berlangsung dalam suasana hangat. Aries menerima langsung trofi penghargaan dari pihak Ketik.com. Penghargaan itu sekaligus menempatkan isu inovasi dan pemerataan akses pendidikan sebagai bagian penting dalam perjalanan pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur.
Bagi Aries, penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian personal. Lebih dari itu, apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa berbagai inovasi di sektor pendidikan harus terus diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
Ia menegaskan, pendidikan tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik. Akses yang merata, kesempatan berkembang, serta keberpihakan kepada peserta didik dari berbagai latar belakang menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang berkualitas.
“Momentum ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Dengan semangat kebersamaan, kita terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata bagi seluruh anak bangsa,” ujar Aries.
Semangat tersebut sejalan dengan penghargaan yang diterimanya. Predikat Pelopor Beasiswa Inklusif menunjukkan perhatian terhadap pentingnya membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun kelompok yang membutuhkan dukungan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan.
Sementara itu, predikat Inovator Utama EJIES berkaitan erat dengan dorongan terhadap lahirnya berbagai inovasi di lingkungan pendidikan Jawa Timur. Sebelumnya, Dindik Jatim juga memberikan apresiasi kepada para inovator melalui ajang EJIES 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya inovasi di sektor pendidikan.
Aries menilai inovasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar di tengah perubahan zaman. Dunia pendidikan dituntut terus beradaptasi, baik dalam pengelolaan satuan pendidikan, peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, maupun pengembangan potensi peserta didik.
“Kita harus terus berinovasi dan berkontribusi dalam dunia pendidikan. Bersama, kita wujudkan Jawa Timur yang lebih maju melalui pendidikan yang unggul, adaptif, dan berintegritas demi masa depan Indonesia yang lebih cerah,” tegas Aries.
Penghargaan tersebut juga memperkuat pesan bahwa inovasi dan inklusivitas harus berjalan beriringan. Inovasi tidak cukup hanya melahirkan program baru, tetapi harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi peserta didik dan satuan pendidikan.
Di sisi lain, penguatan program beasiswa menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan persoalan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Jawa Timur dalam memperoleh pendidikan. Upaya memperluas akses tersebut juga sejalan dengan kebijakan Dindik Jatim yang menempatkan pemerataan kesempatan belajar sebagai salah satu perhatian utama.
Dengan penghargaan ini, Aries bersama jajaran Dindik Jatim diharapkan semakin terdorong memperkuat berbagai terobosan pendidikan. Bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi memastikan setiap inovasi benar-benar bermuara pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Penghargaan Inovator Utama EJIES dan Pelopor Beasiswa Inklusif akhirnya menjadi simbol dari dua agenda besar pendidikan Jawa Timur: terus bergerak melahirkan inovasi sekaligus memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh kesempatan pendidikan yang layak.

