SURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengapresiasi fasilitas pembelajaran yang tersedia di Ciputra School Surabaya. Menurutnya, lingkungan sekolah yang representatif dapat memberikan ruang lebih luas bagi peserta didik untuk belajar, mengembangkan minat dan bakat, sekaligus menumbuhkan kreativitas.
Hal tersebut disampaikan Aries saat melakukan kunjungan ke Ciputra School, Surabaya, pada Selasa (1/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda Dindik Jatim dalam melihat secara langsung berbagai fasilitas yang mendukung proses pendidikan dan pengembangan potensi murid.
Sebelum berkeliling meninjau fasilitas sekolah, Aries memberikan semangat kepada Tim Debat Bahasa Inggris Jawa Timur yang akan berlaga di tingkat nasional. Setelah itu, Kadindik Jatim melanjutkan agenda dengan melihat sejumlah ruang dan fasilitas pembelajaran yang tersedia di lingkungan Ciputra School.
Dalam peninjauan tersebut, Aries melihat secara langsung berbagai fasilitas yang dirancang untuk menunjang aktivitas peserta didik. Di antaranya kantin sekolah, ruang pengembangan bakat seni dan teater, serta perpustakaan.
Aries menilai keberadaan fasilitas yang beragam menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik.
Menurut dia, sekolah idealnya mampu menyediakan ruang bagi murid untuk mengeksplorasi berbagai kemampuan yang dimiliki. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui kegiatan belajar di dalam kelas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan bakat mereka.
“Melihat fasilitas di sini, saya membayangkan betapa menyenangkannya ketika murid punya banyak pilihan untuk belajar dan berkembang. Ada ruang untuk membaca, berkarya, bermain teater, dan menyalurkan bakat. Semoga setiap murid benar-benar menemukan tempat untuk tumbuh,” ujar Aries Agung Paewai.
Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang secara lebih menyeluruh. Ruang belajar, menurut Aries, tidak harus selalu dimaknai sebagai ruang kelas dengan aktivitas pembelajaran akademik.
Lingkungan sekolah juga dapat menjadi tempat bagi murid untuk menemukan ketertarikan, membangun kepercayaan diri, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mengasah berbagai keterampilan melalui kegiatan nonakademik.
Keberadaan ruang seni dan teater, misalnya, dapat menjadi sarana bagi murid untuk mengekspresikan kreativitas. Sementara perpustakaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat budaya membaca dan memperluas wawasan peserta didik.
Selain itu, fasilitas pendukung lainnya juga memiliki peran dalam menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan mendukung aktivitas murid selama berada di lingkungan pendidikan.
Aries menegaskan, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas. Infrastruktur dan lingkungan belajar yang baik juga dapat memberikan pengalaman pendidikan yang lebih positif bagi peserta didik.
Karena itu, ia mengapresiasi upaya sekolah dalam menyediakan berbagai ruang yang dapat dimanfaatkan murid sesuai dengan kebutuhan dan potensinya. Menurutnya, fasilitas yang representatif harus diikuti dengan pemanfaatan yang optimal agar benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan peserta didik.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Dindik Jatim untuk melihat praktik penyediaan ruang belajar yang lebih beragam. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan saat ini yang semakin menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran.
Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga menjadi lingkungan yang mendorong murid untuk aktif, kreatif, berani mencoba, dan mampu mengembangkan potensi diri.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai serta proses pembelajaran yang berkualitas, Aries berharap setiap murid di Jawa Timur dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh sesuai dengan minat dan bakatnya.
“Semoga setiap murid benar-benar menemukan tempat untuk tumbuh,” tegas Aries.
Kunjungan Kadindik Jatim ke Ciputra School ini menjadi salah satu gambaran bahwa pengembangan pendidikan membutuhkan dukungan berbagai aspek, mulai dari kualitas pembelajaran, tenaga pendidik, hingga ketersediaan lingkungan dan fasilitas yang mampu menunjang kreativitas serta perkembangan karakter peserta didik.

