BLITAR – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama para siswa SMKN 1 Kademangan, Kabupaten Blitar, melakukan penanaman 81 bibit pepaya secara serentak, Minggu (5/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Selain penanaman bibit pepaya, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian tumbler kepada para siswa. Gerakan itu tidak hanya menjadi simbol peringatan hari jadi Jawa Timur, tetapi sekaligus mendorong keterlibatan pelajar dalam menjaga lingkungan dan membangun budaya hidup berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Khofifah terlihat turun langsung ke lahan sekolah dan menanam bibit pepaya bersama para siswa. Puluhan pelajar SMKN 1 Kademangan juga tampak antusias mengikuti kegiatan penghijauan tersebut.
Dalam kegiatan itu, Khofifah menekankan pentingnya membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah. Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga ruang strategis untuk membentuk karakter dan kebiasaan positif peserta didik.
“Momentum ini menjadi bagian dari semangat kebersamaan sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata yang melibatkan murid di lingkungan sekolah,” ujar Khofifah.
Penanaman 81 bibit pepaya juga memiliki makna khusus karena disesuaikan dengan usia Provinsi Jawa Timur yang memasuki tahun ke-81. Pemilihan tanaman produktif seperti pepaya sekaligus diharapkan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekolah.
Pepaya merupakan tanaman yang relatif mudah dibudidayakan dan dapat tumbuh di berbagai kondisi lingkungan tropis. Karena itu, penanaman tanaman produktif di lingkungan pendidikan dapat menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa mengenai pemanfaatan lahan, perawatan tanaman, ketahanan pangan, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Dorong Sekolah Jadi Ruang Edukasi Lingkungan
Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya menjadikan satuan pendidikan sebagai lingkungan belajar yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik.
Aries menilai keterlibatan siswa dalam kegiatan menanam dan merawat tanaman dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus membangun karakter peduli lingkungan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung. Melalui kegiatan menanam, merawat dan menjaga lingkungan, mereka belajar tentang tanggung jawab, gotong royong dan keberlanjutan,” kata Aries.
Menurut Aries, kegiatan semacam ini juga dapat dikembangkan oleh sekolah sesuai dengan potensi masing-masing daerah. Lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik.
“Sekolah memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pembelajaran berbasis lingkungan. Anak-anak bisa belajar bagaimana menjaga alam sekaligus memahami bahwa lingkungan yang sehat akan memberikan manfaat bagi kehidupan mereka,” lanjutnya.
Bagikan Tumbler kepada Siswa
Selain gerakan penghijauan, pembagian tumbler kepada siswa menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Penggunaan tumbler diarahkan untuk membangun kebiasaan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Para siswa tampak antusias menerima tumbler yang dibagikan. Mereka kemudian berfoto bersama sambil mengangkat tumbler masing-masing.
Pesan mengenai pengurangan sampah plastik menjadi semakin relevan ketika pendidikan lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kebiasaan sederhana seperti membawa tempat minum sendiri dapat menjadi bagian dari perubahan perilaku yang diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi dunia pendidikan, pembiasaan tersebut juga dapat menjadi bentuk pendidikan karakter. Siswa tidak sekadar mendapatkan pengetahuan tentang lingkungan, tetapi diajak mempraktikkannya secara langsung.
Kegiatan di SMKN 1 Kademangan ini sekaligus memperlihatkan bahwa peringatan HUT ke-81 Jawa Timur dapat dikemas melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan pelajar.
Penanaman 81 bibit pepaya, pembagian tumbler, serta keterlibatan langsung siswa menjadi satu rangkaian yang menggabungkan semangat hari jadi, pendidikan karakter, kepedulian lingkungan, dan pemanfaatan lahan sekolah.
Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan juga terus mendorong agar sekolah memiliki berbagai inovasi yang dapat memberikan pengalaman belajar nyata kepada peserta didik. Dengan demikian, sekolah diharapkan tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu menerapkan nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

