Kadindik Aries Paewai Tekankan Pentingnya Karakter dan Wawasan Kebangsaan bagi Taruna Angkasa

MADIUN — Pendidikan di sekolah tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik. Penguatan karakter, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta kesadaran bela negara menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, saat menjadi narasumber dalam Seminar Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur, Kamis (1/10/2026).

Di hadapan para taruna dan taruni, Aries mengingatkan bahwa generasi muda yang kelak menjadi pemimpin tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual. Mereka juga dituntut memiliki integritas, kepedulian terhadap sesama, kemampuan beradaptasi, serta tetap memiliki akar kebangsaan yang kuat.

“Para Taruna Angkasa, jadilah calon pemimpin yang kuat tanpa merendahkan, pintar tanpa kehilangan nurani, dan mendunia tanpa melupakan tanah air. Berusahalah nak, belajar yang tekun, kejar cita-citamu. Jaga integritas, rawat persaudaraan, kuasai ilmu dan teknologi, kemudian berikan manfaat,” pesan Aries.

Pernyataan tersebut menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi yang berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terlebih, para siswa sekolah ketarunaan diproyeksikan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.

Kadindik Aries Paewai menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kekuatan karakter. Kemampuan menguasai teknologi, menurut pesan yang disampaikannya, semestinya diarahkan untuk menghasilkan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Konteks tersebut sejalan dengan perkembangan pendidikan bela negara bagi generasi muda. Kementerian Pertahanan pada September 2026 juga menekankan bahwa bela negara tidak semata-mata berkaitan dengan ancaman fisik. Tantangan di ruang digital, termasuk disinformasi dan upaya memengaruhi cara berpikir masyarakat, menjadi bagian dari tantangan nonmiliter yang perlu dipahami generasi muda.

Karena itu, wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan semakin relevan. Para pelajar tidak hanya perlu memahami nilai-nilai kebangsaan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya melalui perilaku sehari-hari, termasuk menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, bertanggung jawab dan menggunakan teknologi secara bijak.

Penguatan karakter melalui pendidikan ketarunaan di Jawa Timur sendiri telah berjalan dalam berbagai bentuk. Pemberitaan RadarBangsa pada 2025 mencatat bahwa siswa SMA Taruna se-Jawa Timur mendapatkan pembinaan melalui materi Peraturan Baris Berbaris, kepemimpinan, bela negara dan wawasan kebangsaan sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Hal serupa juga terlihat dalam program Pendidikan Bela Negara dan Kedirgantaraan (PBNK) di SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur. Program tersebut memadukan pembelajaran di kelas dengan pengalaman lapangan bersama Lanud Iswahjudi untuk memperkuat wawasan kebangsaan, kedisiplinan, kepemimpinan dan karakter peserta didik.

Penguatan pendidikan karakter juga mendapat perhatian melalui Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI). Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK Kemendikdasmen menyebut KKRI sebagai wadah pengembangan karakter, disiplin, wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara. Program tersebut juga ditegaskan bukan untuk menghadirkan militerisme di sekolah, melainkan memperkuat karakter peserta didik.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, pesan Aries menjadi relevan bagi para taruna. Prestasi akademik dan penguasaan teknologi perlu berjalan bersama integritas serta kepedulian sosial.

Sebab, pemimpin masa depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga oleh bagaimana pengetahuan tersebut digunakan untuk memberikan manfaat.

Bagi para Taruna Angkasa, pendidikan wawasan kebangsaan dan bela negara pada akhirnya bukan sekadar agenda seremonial. Nilai-nilai yang diperoleh di sekolah diharapkan menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang berilmu, disiplin, berintegritas, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus tetap memiliki kepedulian terhadap bangsa dan tanah air.