Golkar Jatim Gandeng Anak Muda Lewat Turnamen Mini Soccer Piala Ketua Umum Bahlil

SURABAYA – DPD Partai Golkar Jawa Timur menyiapkan cara berbeda dalam memeriahkan HUT ke-62 Partai Golkar. Tidak hanya mengandalkan agenda seremonial, Golkar Jatim memilih olahraga yang sedang jadi trend baru sebagai medium untuk mendekatkan partai dengan generasi muda melalui turnamen mini soccer.

Kompetisi yang mengusung nama Piala Ketua Umum Bahlil Lahadalia itu dijadwalkan mulai berlangsung pada 31 Agustus 2026. Pembukaan kompetisi akan digelar di kawasan Malang Raya, sedangkan partai final direncanakan berlangsung di Surabaya pada 18 Oktober 2026 dan dihadiri langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufthi mengatakan, turnamen tersebut tidak semata-mata diarahkan sebagai ajang olahraga. Menurutnya, kompetisi ini menjadi salah satu cara untuk mengenalkan politik kepada generasi muda melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan mereka.

“Tujuan utama mini soccer ini bagaimana menularkan virus berpolitik yang asyik kepada masyarakat, khususnya generasi muda, khususnya pemilih pemula,” kata Ali, Kamis, 14 Agustus 2026.

Ali menilai olahraga mempunyai daya tarik tersendiri karena mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana yang lebih santai. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka ruang komunikasi yang lebih cair dibandingkan forum politik konvensional.

Untuk memperluas jangkauan kompetisi, babak penyisihan akan digelar di 11 zona di Jawa Timur. Wilayah tersebut mencakup Malang Raya, Madiun, Tulungagung, Kediri, Bojonegoro, Jombang, Surabaya Raya, Madura, Bromo, Jember, dan Banyuwangi.

Saat ini, panitia tengah melakukan sejumlah persiapan, termasuk memastikan kelayakan lapangan yang akan digunakan di masing-masing zona. Dengan format tersebut, Golkar Jatim berharap kompetisi dapat menjangkau komunitas sepak bola di berbagai daerah dan tidak hanya berpusat di kota besar.

Ajang Silaturahmi Partai Pendukung Prabowo-Gibtan

Ada hal menarik dalam penyelenggaraan turnamen tersebut. Sebelum pertandingan kualifikasi di sejumlah daerah, akan digelar laga eksibisi yang mempertemukan kader Golkar dengan kader partai politik lain yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ali menyebut pertandingan eksibisi itu dapat memperlihatkan bahwa perbedaan pilihan politik tidak selalu harus melahirkan jarak di antara para kader partai tapi justru menjadi ajang silaturahmi.

“Di satu tempat bisa lawan Gerindra, di tempat lain lawan PAN, PKB dan partai lain yang tergabung dalam koalisi pendukung utama Prabowo-Gibran,” ujar Ali.

Menurut dia, olahraga dapat menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat kebersamaan. Persaingan di lapangan diharapkan tetap berlangsung sportif, sementara hubungan antarkader dapat terjalin dalam suasana informal.

Selain menjadi sarana komunikasi, turnamen ini juga diarahkan untuk memberikan ruang kepada talenta sepak bola muda. Peserta dibuka untuk kategori U-17 tanpa membatasi latar belakang pemain. Bahkan, pemain yang pernah maupun masih berstatus sebagai anggota tim nasional diperbolehkan ambil bagian.

Ditargetkan Jadi Kompetisi Berkelanjutan

Pemilihan mini soccer juga didasarkan pada perkembangan olahraga tersebut yang semakin populer di tengah masyarakat. Kebutuhan lapangan yang lebih kecil membuat mini soccer dinilai lebih mudah dimainkan oleh berbagai komunitas.

“Mini soccer sekarang semakin populer. Ini menjadi ruang bagi masyarakat yang masih ingin bermain sepak bola, tetapi tidak lagi memungkinkan menggunakan lapangan berukuran penuh,” katanya.

Ali menegaskan, Golkar Jatim tidak ingin kompetisi tersebut hanya berlangsung untuk memeriahkan HUT ke-62 Partai Golkar. Dalam jangka panjang, turnamen diharapkan dapat berkembang menjadi kompetisi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Kami ingin kompetisi mini soccer di Jawa Timur ini bisa menjadi embrio lahirnya kompetisi resmi yang dilakukan teman-teman konfederasi sepak bola, dalam hal ini PSSI,” tegasnya.

Jika penyelenggaraan berjalan konsisten, Golkar Jatim berharap Piala Ketua Umum Bahlil dapat berkembang menjadi agenda tahunan dengan tata kelola yang semakin profesional. Dengan demikian, manfaat kompetisi tidak hanya dirasakan dari sisi olahraga, tetapi juga mendukung pembinaan pemain usia muda.

Ali juga meminta seluruh jajaran Partai Golkar di Jawa Timur ikut menyosialisasikan turnamen tersebut. Infrastruktur organisasi dan media sosial partai akan dimanfaatkan untuk meningkatkan publikasi serta menarik minat masyarakat, terutama kalangan anak muda.

“Saya instruksikan pengurus Golkar se-Jatim untuk memaksimalkan perangkat yang ada, mulai dari media sosial, persiapan dan sebagainya. Kita semarakkan di ruang publik terkait agenda ini,” pungkas Ali.

Melalui turnamen mini soccer tersebut, Golkar Jatim berupaya menghadirkan pendekatan baru dalam membangun komunikasi dengan generasi muda. Olahraga dipilih sebagai ruang untuk mempertemukan pembinaan talenta, interaksi sosial, sekaligus pengenalan politik dalam suasana yang lebih terbuka dan sportif.