SURABAYA — Kontingen Tarung Derajat Jawa Timur menunjukkan dominasi di Kejurnas Pelajar Tarung Derajat 2026 bertajuk BHS Cup III/2026. Tampil sebagai tuan rumah, Jatim keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi total sembilan medali, yakni tiga emas, empat perak dan dua perunggu.
Kejuaraan yang berlangsung di GOR CLS Surabaya dan berakhir pada Minggu (30/8/2026) tersebut menjadi ajang penting bagi para atlet muda untuk menguji kemampuan sekaligus menunjukkan hasil pembinaan Tarung Derajat di tingkat pelajar.
Jawa Timur mengungguli Nusa Tenggara Barat (NTB) yang finis di posisi kedua dengan raihan tiga emas, dua perak dan dua perunggu. Sementara Bali berada di peringkat ketiga dengan koleksi tiga emas, satu perak dan satu perunggu.
Tiga medali emas Jatim masing-masing dipersembahkan Ermifta Atma Hafsari dari SMAN 3 Kabupaten Jombang pada Kelas 40,1-45 kilogram putri, Diandra Putri Ramadhina dari SMAN 3 Kota Malang di Kelas 50,1-54 kilogram putri, serta Naufal Hernando dari SMKN 1 Pungging, Mojokerto, pada nomor Seni Gerak Tunggal Putra.
Naufal tampil meyakinkan dengan mencatatkan total nilai 1.720. Hasil tersebut menjadi salah satu kontribusi penting dalam mengantarkan kontingen tuan rumah ke posisi teratas klasemen akhir.
Empat Perak dan Dua Perunggu Lengkapi Prestasi Jatim
Selain tiga emas, kekuatan kontingen Jawa Timur juga terlihat dari konsistensi atlet dalam sejumlah nomor pertandingan.
Empat medali perak diraih Alviano Fina dari SMAN 22 Kota Surabaya pada Kelas 49,1-52 kilogram putra, Ahmad Reza Prawira dari SMAN 13 Kota Surabaya pada Kelas 61,1-64 kilogram putra, serta Ramadani Putra Ardiansah dari SMAN 2 Kabupaten Situbondo pada Kelas 64,1-67 kilogram putra.
Medali perak lainnya dipersembahkan Callysta Nareswari N. dari SMAN 22 Kota Surabaya dan Aradiba Syahlanova dari SMAN 8 Kota Surabaya pada Kelas Seni Gerak Getar Putri. Keduanya membukukan total nilai 2.035.
Sementara itu, dua medali perunggu menjadi pelengkap raihan Jatim. Masing-masing diraih M. Tegar Nata Samudra N. dari SMAN 1 Lamongan pada Kelas 55,1-58 kilogram putra dan Carrisa Putri Lesmana dari SMKN 6 Kota Surabaya pada Kelas 54,1-58 kilogram putri.
BHS Berikan Bonus untuk Tiga Besar
Keberhasilan Jawa Timur menjadi juara umum mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jatim sekaligus inisiator BHS Cup, Bambang Haryo Soekartono.
Pria yang akrab disapa BHS tersebut memberikan bonus pribadi kepada tiga kontingen terbaik sebagai bentuk apresiasi atas persaingan yang berlangsung sepanjang kejuaraan.
Kontingen Jawa Timur memperoleh bonus Rp10 juta, NTB Rp7,5 juta, sedangkan Bali mendapatkan Rp6 juta.
“Ini dari saya pribadi, lumayan ya. Selama untuk ketiga daerah yang bersaing ketat di ajang ini, terima kasih kepada semua peserta,” ujar BHS yang disambut tepuk tangan peserta dan penonton.
Menurutnya, persaingan antardaerah menjadi bagian penting dalam membangun mental bertanding para atlet pelajar. Kompetisi seperti BHS Cup juga diharapkan mampu menjadi ruang untuk menemukan bibit-bibit baru Tarung Derajat yang nantinya dapat berkembang ke level yang lebih tinggi.
Kualitas Teknik Atlet Pelajar Dinilai Menjanjikan
Apresiasi terhadap penyelenggaraan BHS Cup III/2026 juga disampaikan Sang Guru Muda Rimba Dirgantara dari Perguruan Pusat Tarung Derajat.
Didampingi Ketua Penyelenggara Kejurnas Pelajar Tarung Derajat BHS Cup III/2026, Erwin H. Poedjono, Rimba menilai kualitas teknik yang diperlihatkan para atlet pelajar dalam kejuaraan tersebut cukup menjanjikan.
“Alhamdulillah pertandingan telah selesai. Kemudian untuk segi kualitas menunjukkan teknik-teknik yang bagus untuk usia pelajar-pelajar ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pengprov Tarung Derajat Jawa Timur, khususnya Bambang Haryo Soekartono, yang telah menggagas dan menyelenggarakan kejuaraan tersebut.
“Harapannya bisa berlanjut ke BHS Cup ke-4 atau kejuaraan pelajar nasional selanjutnya,” harapnya.
Berakhirnya BHS Cup III/2026 sekaligus menegaskan pentingnya kompetisi berjenjang bagi pembinaan Tarung Derajat usia pelajar. Selain melahirkan juara, kejuaraan tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengukur kualitas teknik dan mental bertanding atlet muda dari berbagai daerah.

