Kadin Jatim Golf Tournament 2026 Jadi Ajang Networking Pengusaha dan Pembinaan Atlet

SURABAYA – Lapangan golf tidak hanya menjadi tempat menguji kemampuan pukulan dan akurasi. Bagi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, olahraga golf juga menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pemangku kepentingan ekonomi.

Semangat itu kembali terlihat dalam Kadin Jatim Golf Tournament 2026 yang digelar di Bukit Darmo Golf Surabaya, Sabtu (12/9/2026). Memasuki penyelenggaraan keenam, turnamen tahunan tersebut dikemas bukan sekadar sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai wadah memperkuat silaturahmi, membuka jejaring bisnis, sekaligus mendorong prestasi golf di Jawa Timur.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, mengatakan turnamen tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem ekonomi Jawa Timur. Mulai pengusaha, akademisi, pemerintah, perbankan, BUMN hingga perusahaan penanaman modal asing (PMA) hadir dalam satu kegiatan.

“Ini menjadi ajang kolaborasi dengan semua stakeholder ekonomi Jatim. Ada pengusaha, akademisi, pemerintah, perbankan, BUMN, sampai PMA. Jadi semua lengkap di sini untuk ngobrol-ngobrol sambil olahraga, membahas perkembangan ekonomi dan bagaimana ke depannya kolaborasi bisa semakin baik,” ujar Adik seusai pembukaan di Club House Bukit Darmo Golf, Sabtu.

Menurut Adik, pertemuan dalam suasana informal seperti turnamen golf justru membuka ruang komunikasi yang lebih cair. Sejumlah kepala daerah, unsur pemerintahan, TNI dan kepolisian, perbankan hingga perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia turut ambil bagian.

Dari interaksi tersebut, Kadin berharap muncul komunikasi maupun peluang kerja sama baru yang dapat memberikan dampak positif bagi dunia usaha.

Format pelaksanaan tahun ini juga dibuat lebih efektif. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya peserta yang bertanding pada pagi hari harus kembali pada malam hari untuk mengikuti Gala Dinner, kali ini rangkaian kegiatan dibuat lebih terintegrasi.

Dengan demikian, selepas pertandingan peserta dapat langsung melanjutkan agenda networking hingga malam hari tanpa harus kembali ke lokasi untuk mengikuti rangkaian acara berikutnya.

Bagi Kadin Jatim, manfaat turnamen juga tidak berhenti pada aspek bisnis. Kompetisi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan prestasi olahraga golf.

Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk pegolf junior. Keterlibatan mereka dinilai penting untuk melihat sekaligus mengukur potensi pegolf yang nantinya dapat diproyeksikan ke berbagai kompetisi tingkat daerah maupun nasional.

“Karena ini olahraga, tentunya juga prestasi. Semakin baik teman-teman yang ikut, semakin bisa menguji sampai di mana kualitas golfnya untuk event-event baik daerah maupun nasional,” kata Adik.

Ketua KONI Jawa Timur M. Nabil mengapresiasi konsistensi Kadin Jatim yang mampu mempertahankan turnamen tersebut selama enam penyelenggaraan dan selalu mendapatkan antusiasme peserta.

Ia berharap kegiatan itu tidak hanya bertahan sebagai agenda tahunan Kadin Jatim, tetapi berkembang menjadi salah satu kalender golf berskala nasional di lingkungan Kadin.

“Atau paling tidak menularkan kepada Kadin-Kadin provinsi lain yang dimulai dari kegiatan di Jawa Timur ini. Saya sebagai Ketua KONI Jawa Timur tentu men-support, syukur-syukur ada atlet terbaik di event ini dan kita rekrut menjadi atlet puslada kita untuk PON 2028,” ujar Nabil.

Sementara itu, Ketua Panitia Kadin Jatim Golf Tournament 2026, Stenven H. Lasawengen, menyebut antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Kuota yang semula disiapkan untuk 144 golfer bahkan bertambah menjadi 148 peserta.

Peserta tidak hanya berasal dari Jawa Timur. Sejumlah pengusaha dari Kalimantan, Sumatera hingga Jakarta juga turut ambil bagian. Kehadiran mereka sekaligus memperluas jejaring yang dibangun melalui turnamen tersebut.

“Interaksi yang terbangun selama turnamen juga menjadi kesempatan bagi para pengusaha untuk membicarakan berbagai tantangan dunia usaha, termasuk hambatan yang berkaitan dengan aturan dan regulasi,” tutur Stenven.

Daya tarik turnamen semakin besar dengan total hadiah yang mencapai lebih dari Rp3 miliar. Panitia juga menyiapkan hadiah hole in one berupa mobil listrik BYD dan Harley-Davidson, serta berbagai doorprize, termasuk BMW 2 Series.

Dari sisi persaingan, Kadin Jatim Golf Tournament 2026 juga menghadirkan kompetisi ketat. Aris Sutopo dan Handy Wijaya menjadi dua nama yang paling menonjol setelah masing-masing merebut gelar juara umum pada kategori berbeda.

Aris Sutopo tampil sebagai Overall Best Gross (OBG) setelah membukukan 76 pukulan. Ia mencatat 41 angka pada out-nine dan 35 angka pada in-nine.

Sementara itu, Overall Best Nett (OBN) menjadi milik Handy Wijaya. Pegolf dengan handicap 9 tersebut membukukan gross 78 pukulan dengan skor nett 69.

Persaingan juga berlangsung sengit pada kategori Senior dan Ladies. Di kelas Senior, Arif Suherman menjadi Best Gross dengan skor 80, sedangkan Ahmad Sapa’at meraih Best Nett dengan skor 69.

Untuk kategori Ladies, Andy Williams keluar sebagai Best Gross setelah mencatat skor 84. Sementara Mutia Tapni mengamankan gelar Best Nett dengan skor 74.

Perpaduan antara kompetisi, silaturahmi dan networking bisnis membuat Kadin Jatim Golf Tournament 2026 tidak sekadar menjadi agenda olahraga tahunan. Turnamen ini sekaligus menjadi ruang pertemuan lintas sektor yang mempertemukan kepentingan bisnis dengan semangat pembinaan prestasi olahraga.