Kadindik Jatim dan Kepala BNN Perkuat Sinergi Wujudkan Lingkungan Pendidikan Bebas Rokok Elektrik

SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur memperkuat sinergi dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan pelajar. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, dengan Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Brigjen Pol. Budi Mulyanto, di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, Surabaya.

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 24 Juni, itu menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam mendukung terciptanya budaya hidup sehat di lingkungan satuan pendidikan. Selain membahas pencegahan penggunaan rokok elektrik, kedua pihak juga menegaskan pentingnya edukasi dan pengawasan yang berkelanjutan bagi peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan pola hidup sehat generasi muda. Karena itu, seluruh satuan pendidikan, mulai dari SMA, SMK, hingga SLB di Jawa Timur, didorong untuk memperkuat implementasi program sekolah sehat.

“Pencegahan harus dilakukan secara komprehensif melalui edukasi, pengawasan, dan penguatan budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan. Sekolah menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran siswa terhadap risiko perilaku yang dapat mengganggu kesehatan dan masa depan mereka,” ujar Aries.

Dalam audiensi tersebut, kedua lembaga sepakat bahwa tantangan penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja perlu mendapat perhatian serius. Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui aturan dan pengawasan, tetapi juga melalui pendekatan edukatif yang melibatkan seluruh elemen sekolah, termasuk guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan peserta didik.

BNN Provinsi Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program-program edukasi dan sosialisasi yang digagas Dinas Pendidikan Jawa Timur. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan penyuluhan, kampanye hidup sehat, serta penguatan literasi mengenai bahaya penyalahgunaan zat adiktif dan perilaku berisiko lainnya.

Kerja sama yang semakin erat antara Dindik Jatim dan BNN Jatim diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Selain menjaga kesehatan peserta didik, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang berkarakter, produktif, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pola hidup sehat.

Melalui audiensi ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan BNN Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, aman, dan bebas dari rokok elektrik maupun berbagai bentuk perilaku berisiko lainnya.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, program pencegahan dan edukasi diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak positif bagi masa depan pendidikan di Jawa Timur.