Kadindik Jatim Tinjau Kesiapan SMAN 6 Surabaya, Pastikan Laboratorium dan Lingkungan Belajar Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

SURABAYA – Menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, melakukan peninjauan langsung ke SMAN 6 Surabaya, Senin (6/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas pembelajaran, khususnya laboratorium dan lingkungan sekolah, telah siap digunakan saat peserta didik baru memulai aktivitas belajar pada 13 Juli 2026.

Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam menjamin seluruh satuan pendidikan memberikan layanan pendidikan yang aman, nyaman, bersih, dan berkualitas sejak hari pertama masuk sekolah.

Dalam kunjungan tersebut, Aries didampingi jajaran sekolah berkeliling meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari laboratorium, ruang pembelajaran, hingga area lingkungan sekolah yang dimanfaatkan sebagai kebun edukasi. Ia juga berdialog dengan pihak sekolah mengenai kesiapan sarana prasarana serta berbagai kebutuhan menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.

Menurut Aries, kesiapan fasilitas pendidikan merupakan faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang optimal. Karena itu, seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur diminta memastikan tidak ada kendala yang dapat menghambat aktivitas belajar peserta didik.

“Fasilitas penunjang seperti laboratorium harus dipastikan siap pakai, bersih, dan aman. Kita ingin saat para siswa masuk nanti, mereka bisa langsung berakselerasi dengan materi pembelajaran tanpa kendala. Para murid akan memulai hari pertama sekolah pada tanggal 13 Juli mendatang. Saya berharap SMAN 6 Surabaya mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang sebelum tanggal tersebut. Sambut murid kita dengan lingkungan belajar yang prima,” ujar Aries.

Ia menegaskan bahwa laboratorium memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik, terutama bagi mata pelajaran sains. Oleh sebab itu, seluruh peralatan laboratorium harus dipastikan dalam kondisi baik, aman digunakan, serta memenuhi standar keselamatan kerja.

Selain laboratorium, kebersihan ruang kelas, sanitasi, pencahayaan, ventilasi, hingga kenyamanan lingkungan sekolah juga menjadi perhatian utama dalam inspeksi tersebut. Menurutnya, lingkungan belajar yang tertata akan memberikan dampak positif terhadap semangat belajar peserta didik.

Tidak hanya meninjau ruang belajar, Aries juga mengapresiasi keberadaan kebun sekolah yang dikelola warga SMAN 6 Surabaya. Berbagai tanaman sayur, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga tanaman hias tampak tumbuh dengan baik memanfaatkan lahan yang tersedia. Bahkan, sejumlah tanaman dibudidayakan menggunakan media tanam hasil daur ulang botol plastik dan wadah bekas.

Program penghijauan tersebut dinilai selaras dengan upaya membangun karakter peduli lingkungan kepada peserta didik sekaligus mendukung pendidikan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Aries berharap budaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru maupun tenaga kependidikan, tetapi juga menjadi kebiasaan seluruh peserta didik.

“Kita ingin sekolah tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang sehat, hijau, dan nyaman. Sekolah adalah tempat membangun karakter sekaligus membentuk kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.

Ia menambahkan, kesiapan sekolah menghadapi tahun ajaran baru tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi, tetapi juga kesiapan fisik bangunan, sarana pembelajaran, keamanan lingkungan, serta kesiapan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik.

Melalui kunjungan tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga ingin memastikan seluruh sekolah siap menjalankan proses pembelajaran secara maksimal sejak hari pertama, tanpa adanya hambatan pada fasilitas maupun sarana pendukung lainnya.

Pihak SMAN 6 Surabaya menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan jauh sebelum dimulainya tahun ajaran baru. Pembersihan ruang kelas, pengecekan laboratorium, perawatan fasilitas sekolah, hingga penataan lingkungan telah menjadi agenda rutin agar seluruh sarana siap digunakan oleh peserta didik baru maupun siswa lama.

Selain memastikan kesiapan fasilitas, sekolah juga terus membangun budaya belajar yang positif melalui lingkungan yang bersih, tertib, dan ramah bagi seluruh warga sekolah.

Kunjungan Kadindik Jatim tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri di Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan lingkungan belajar yang kondusif, proses pembelajaran diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027 pada 13 Juli mendatang, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus melakukan monitoring ke berbagai sekolah guna memastikan seluruh satuan pendidikan benar-benar siap memberikan pelayanan pendidikan terbaik sejak hari pertama pembelajaran berlangsung. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu sumber daya manusia.