Gubernur Khofifah dan Kadindik Jatim Bahas Penguatan Pendidikan Vokasi Bersama UNESA, OLIVIA Jadi Ajang Cetak SDM Unggul

SURABAYA – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pendidikan vokasi terus diperkuat melalui sinergi dengan perguruan tinggi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai menerima audiensi Rektor Universitas Negeri Surabaya (UNESA) beserta jajaran di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (6/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai strategi penguatan pendidikan vokasi di Jawa Timur, termasuk penyelenggaraan Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA), ajang kompetisi nasional bergengsi yang menjadi wadah bagi mahasiswa vokasi dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia untuk menunjukkan kemampuan, inovasi, dan kreativitasnya.

Audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan OLIVIA yang dinilai mampu menjadi ruang strategis bagi mahasiswa vokasi untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membangun daya saing di tingkat nasional hingga internasional.

Menurut Khofifah, pendidikan vokasi memiliki peran yang sangat penting dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap memasuki dunia kerja maupun menjadi pelaku usaha yang inovatif. Karena itu, keberadaan kompetisi seperti OLIVIA menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi.

“OLIVIA bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah lahirnya inovasi, kreativitas, serta peningkatan kompetensi mahasiswa vokasi. Kompetisi seperti ini merupakan bagian penting dalam menyiapkan SDM yang memiliki keterampilan unggul dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, tantangan dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi, berpikir kreatif, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar pendidikan vokasi semakin relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen memperkuat ekosistem pendidikan vokasi melalui berbagai program kolaboratif bersama perguruan tinggi maupun dunia industri.

Menurut Aries, penguatan pendidikan vokasi menjadi salah satu langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter, inovasi, dan kemampuan menghadapi perubahan global.

Ia menilai, kerja sama dengan UNESA merupakan bagian dari upaya membangun pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus mendorong lahirnya inovasi di berbagai bidang.

Aries juga menyambut baik pelaksanaan OLIVIA karena mampu menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa vokasi untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas jejaring antarmahasiswa dari seluruh Indonesia.

Melalui kompetisi tersebut, mahasiswa didorong menghasilkan karya-karya inovatif yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat serta dapat dikembangkan menjadi solusi bagi berbagai persoalan di dunia industri maupun kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, pihak UNESA memaparkan berbagai program pengembangan pendidikan vokasi yang telah dijalankan, termasuk kesiapan dalam mendukung pelaksanaan OLIVIA sebagai ajang nasional yang mempertemukan mahasiswa vokasi terbaik dari berbagai perguruan tinggi.

Kolaborasi antara UNESA dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan mampu memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Selain menghasilkan lulusan yang siap bekerja, pendidikan vokasi juga diharapkan mampu menciptakan wirausahawan muda yang inovatif sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, investasi pada sektor pendidikan, khususnya pendidikan vokasi, menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Melalui sinergi yang terus dibangun bersama perguruan tinggi, dunia industri, serta berbagai pemangku kepentingan, Jawa Timur optimistis mampu mencetak lulusan vokasi yang kompeten, profesional, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan era transformasi digital.

Audiensi antara Gubernur Khofifah, Kadindik Jatim Aries Agung Paewai, dan jajaran UNESA tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi. Harapannya, pelaksanaan OLIVIA tidak hanya menjadi ajang kompetisi tahunan, tetapi juga menjadi katalisator lahirnya inovasi serta talenta-talenta muda Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.

Dengan penguatan pendidikan vokasi yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap mampu mewujudkan ekosistem pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas, berkarakter, inovatif, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan dunia kerja masa depan.