Bojonegoro – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pendampingan implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Modern Al-Fatimah Bojonegoro.
Program ini menjadi bagian dari strategi penguatan tata kelola madrasah agar lebih adaptif, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Bachtiar Sjaiful Bachri, M.Pd., bersama Prof. Dr. Hariyati, Ak., M.Si., CA., CMA., dan Dr. Sulaksono. Tim memberikan pendampingan kepada pimpinan yayasan, guru, tenaga kependidikan, serta jajaran pengelola madrasah.
Pendampingan diawali dengan proses identifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi madrasah, mulai dari penyusunan program akademik dan nonakademik, pengelolaan administrasi, hingga penerapan sistem penjaminan mutu internal.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa perencanaan yang matang menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Perencanaan tidak hanya berfungsi sebagai pedoman kerja, tetapi juga menjadi instrumen pengendali agar seluruh program berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Tim PKM Unesa menjelaskan bahwa sebuah perencanaan yang baik harus memiliki orientasi jangka panjang, fleksibel terhadap perubahan, mudah diimplementasikan, serta didukung mekanisme evaluasi yang berkesinambungan.
Implementasi PPEPP pun diperkenalkan sebagai pendekatan strategis dalam membangun budaya mutu di lingkungan madrasah. Melalui siklus tersebut, lembaga pendidikan diharapkan mampu melakukan perbaikan secara terus-menerus berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan secara berkala.
Tidak hanya berfokus pada aspek manajerial, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya penguatan budaya disiplin dan pemahaman aspek hukum di lingkungan pendidikan.
Tim pengabdian menekankan perlunya aturan yang jelas dan konsisten, pembentukan karakter peserta didik, penguatan perilaku positif, serta keterlibatan orang tua dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai diskusi berkembang terkait tantangan nyata yang dihadapi madrasah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Peserta menilai pendampingan semacam ini sangat dibutuhkan karena memberikan solusi yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi lembaga pendidikan saat ini.
Program pendampingan tersebut sejatinya telah berjalan sejak 2024 dan hingga kini masih terus berlanjut. Keberlanjutan program menjadi salah satu bentuk komitmen Unesa dalam memastikan implementasi sistem penjaminan mutu dapat berjalan secara optimal.
Sebagai tindak lanjut, tim PKM turut mendampingi penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pengembangan program kerja madrasah, serta penerapan model PPEPP yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, Unesa berharap MTs Modern Al-Fatimah Bojonegoro mampu membangun sistem tata kelola yang semakin profesional, meningkatkan daya saing institusi, serta menghasilkan lulusan yang unggul, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Unesa dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional melalui penguatan kapasitas lembaga pendidikan berbasis masyarakat.
