SURABAYA — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Kadindik Jatim) Aries Agung Paewai menghadiri kegiatan Asistensi dan Supervisi Bidang Pendidikan dalam Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Jakarta, Senin (10/8/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Program MBG merupakan salah satu program pemerintah yang membutuhkan keterlibatan berbagai sektor agar pelaksanaannya dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, penguatan peran pemerintah daerah menjadi salah satu perhatian penting. Pemerintah daerah dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung pelaksanaan program, terutama karena berkaitan langsung dengan satuan pendidikan dan peserta didik di wilayah masing-masing.
Kehadiran Kadindik Jatim Aries Agung Paewai dalam forum tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pelaksanaan MBG di lingkungan pendidikan.
Melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait, pelaksanaan program diharapkan tidak hanya berorientasi pada distribusi makanan, tetapi juga memastikan aspek tata kelola, koordinasi, pengawasan, dan kebermanfaatannya bagi peserta didik.
Dalam unggahan resmi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, disebutkan bahwa kegiatan asistensi dan supervisi tersebut menjadi bagian dari sosialisasi penguatan peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program MBG.
“Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Penguatan tata kelola menjadi kunci agar program ini dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik,” ujar Aries Agung Paewai.
Penguatan Tata Kelola MBG
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan tata kelola yang terintegrasi karena melibatkan banyak pihak. Pemerintah daerah, khususnya sektor pendidikan, memiliki peran dalam memastikan program dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di satuan pendidikan.
Asistensi dan supervisi menjadi penting untuk menyamakan pemahaman mengenai mekanisme pelaksanaan program sekaligus memperkuat koordinasi di tingkat daerah.
Dengan adanya penguatan tersebut, berbagai unsur yang terlibat dalam pelaksanaan MBG diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Hal ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan program pemerintah dapat berjalan secara terarah, terintegrasi, dan efektif.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Regulasi tersebut menjadi salah satu landasan dalam penyelenggaraan MBG sehingga implementasinya di daerah dapat dilakukan dengan tata kelola yang lebih terstruktur.
Bagi sektor pendidikan, keberadaan program MBG memiliki keterkaitan erat dengan upaya mendukung kualitas layanan kepada peserta didik. Asupan makanan bergizi menjadi salah satu faktor yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menunjang kesiapan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran.
Karena itu, keberhasilan pelaksanaan MBG di lingkungan sekolah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan, tetapi juga bagaimana program tersebut dikelola secara tepat dan berkelanjutan.
Jatim Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan jumlah satuan pendidikan dan peserta didik yang besar. Kondisi tersebut membuat penguatan koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam membangun koordinasi dengan satuan pendidikan dan berbagai pihak terkait agar pelaksanaan program dapat memberikan dampak yang optimal.
Penguatan sinergi juga diperlukan untuk memastikan kebutuhan peserta didik menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan program.
Melalui koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, pelaksanaan MBG diharapkan mampu menjangkau sasaran secara tepat serta memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh peserta didik.
Selain itu, aspek pengawasan juga menjadi bagian penting. Supervisi diperlukan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan program di lapangan telah berjalan sesuai dengan ketentuan dan tujuan yang ditetapkan pemerintah.
Dengan demikian, asistensi dan supervisi tidak sekadar menjadi forum koordinasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat tata kelola dan mencari solusi terhadap berbagai kebutuhan dalam pelaksanaan MBG.
Aries menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang kuat diperlukan agar Program Makan Bergizi Gratis dapat dilaksanakan secara optimal.
Bagi Jawa Timur, penguatan sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan MBG, terutama untuk memastikan layanan makanan bergizi dapat memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik.
Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak dan peningkatan kualitas pendidikan.
Dengan semakin kuatnya koordinasi dan tata kelola, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Timur diharapkan dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan terintegrasi.
Keterlibatan pemerintah daerah melalui sektor pendidikan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan program nasional tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik di berbagai wilayah.
Asistensi dan supervisi yang dilakukan Kemendagri pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadikan pelaksanaan MBG sebagai program yang tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesehatan, tumbuh kembang, dan kualitas pendidikan peserta didik.
Dengan dukungan tata kelola yang baik dan sinergi lintas sektor, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat terus berkembang menjadi bagian penting dari upaya pemerintah membangun generasi muda yang sehat, berkualitas, dan siap menghadapi masa depan.

