Gubernur Khofifah Didampingi Kadindik Jatim Hadiri Mukernas GPdI 2026, Tegaskan Pentingnya Harmoni dalam Keberagaman

Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Surabaya, Selasa (16/6/2026). Kehadiran Gubernur Khofifah yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap upaya memperkuat kerukunan, toleransi, dan harmoni antarumat beragama.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dirawat melalui dialog, kolaborasi, dan semangat persaudaraan.

“Keberagaman adalah anugerah sekaligus kekuatan bangsa Indonesia. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terus menjaga dan merawatnya melalui dialog, kolaborasi, serta semangat persaudaraan. Harmoni yang terbangun di tengah keberagaman menjadi modal penting dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah maupun nasional,” ujar Khofifah.

Menurutnya, forum keagamaan seperti Mukernas GPdI memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

Khofifah juga mengapresiasi kontribusi GPdI dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki semangat gotong royong.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan sejak usia dini.

“Pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda yang menghargai keberagaman. Nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara harmonis harus terus ditanamkan di lingkungan sekolah agar lahir generasi yang mampu menjaga persatuan bangsa,” kata Aries.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem sosial yang inklusif dan kondusif.

Mukernas GPdI 2026 dihadiri oleh para pemimpin gereja, tokoh agama, serta perwakilan jemaat dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut menjadi wadah untuk merumuskan program kerja organisasi sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Kehadiran Gubernur Jawa Timur bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis, toleran, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.