SURABAYA – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur memperkuat sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus mencegah maraknya penipuan atau scam keuangan yang menyasar masyarakat, termasuk kalangan tenaga pendidik.
Komitmen tersebut mengemuka saat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menerima audiensi OJK Jawa Timur di Surabaya, Senin (20/7/2026). Pertemuan itu membahas persiapan pelaksanaan program edukasi keuangan dan pencegahan scam bagi guru SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur.
Program ini akan diwujudkan melalui sosialisasi secara luring yang bertujuan meningkatkan pemahaman para guru mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, investasi yang aman, serta kemampuan mengenali berbagai modus penipuan keuangan digital yang semakin berkembang.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, guru memiliki peran strategis sebagai agen literasi keuangan yang dapat menularkan pengetahuan kepada peserta didik maupun masyarakat.
“Kami sangat antusias dengan sinergi bersama OJK Perwakilan Jawa Timur dalam menghadirkan penguatan literasi keuangan bagi para guru. Kami sangat mendukung langkah ini karena akan membantu memberikan pemahaman yang lebih baik tentang literasi keuangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus scam keuangan,” ujar Aries Agung Paewai.
Aries menilai, peningkatan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang turut diikuti meningkatnya berbagai modus kejahatan finansial. Oleh karena itu, dunia pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya sadar finansial.
Melalui kerja sama tersebut, Disdik Jatim dan OJK berharap para guru memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak, memahami produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta mampu mengidentifikasi praktik investasi ilegal maupun penipuan digital.
Selain memperkuat kapasitas guru, program ini juga diharapkan memberikan efek berantai di lingkungan sekolah. Guru nantinya dapat mengedukasi siswa mengenai pentingnya perencanaan keuangan sejak dini dan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber di sektor keuangan.
Kolaborasi Disdik Jatim bersama OJK Jawa Timur diharapkan mampu melahirkan semakin banyak pendidik yang cerdas secara finansial, mampu melindungi diri dari risiko penipuan digital, sekaligus menjadi pelopor literasi keuangan di sekolah.
Dengan demikian, budaya literasi keuangan dapat tumbuh sejak dunia pendidikan dan menjadi bekal penting dalam mencetak generasi yang bijak, adaptif, serta siap menghadapi tantangan ekonomi dan perkembangan teknologi di masa depan.
