SURABAYA – Jawa Timur kembali menunjukkan kualitas pendidikan vokasinya di level internasional. Sebanyak tujuh talenta asal Jawa Timur dipercaya menjadi bagian dari Kontingen Indonesia yang akan berlaga dalam WorldSkills Shanghai 2026.
Ketujuh talenta tersebut menjadi bagian dari 21 perwakilan Indonesia yang disiapkan untuk menghadapi kompetisi keterampilan tingkat dunia. Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa siswa maupun lulusan SMK Jawa Timur memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tingkat global.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Keberhasilan tujuh talenta Jatim menembus Kontingen Indonesia dinilai menunjukkan semakin kuatnya daya saing pendidikan vokasi di Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, keikutsertaan tujuh talenta tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, baik oleh satuan pendidikan maupun bersama dunia industri.
“Keikutsertaan tujuh talenta Jawa Timur di WorldSkills Shanghai 2026 menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa pendidikan vokasi kita mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di tingkat internasional,” kata Aries.
Menurut Aries, prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa pendidikan SMK tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga membentuk peserta didik agar memiliki daya saing, kedisiplinan, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Kami terus mendorong agar pembinaan talenta vokasi dilakukan secara konsisten. Anak-anak kita harus diberikan ruang untuk berkembang dan berkompetisi, sehingga mereka tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu membawa nama Jawa Timur dan Indonesia di tingkat dunia,” ujarnya.
Tujuh Talenta Jatim di WorldSkills Shanghai 2026
Tujuh perwakilan Jawa Timur yang masuk Kontingen Indonesia memiliki latar belakang sekolah dan bidang kompetisi yang beragam.
Reno Surya Permana, alumni SMKN 1 Jenangan, Ponorogo, akan bertanding pada bidang Mechatronics bersama Festo sebagai Competitor 04.
Kemudian Rouf Aufa Rifqi, yang juga merupakan alumni SMKN 1 Jenangan Ponorogo, turut memperkuat Indonesia pada bidang Mechatronics.
Berikutnya Edesel Parama Mustapa, alumni SMKS PGRI 3 Malang, bertanding pada bidang Software Applications Development bersama Politeknik Astra sebagai Competitor 09.
Ada pula Pandu Dewangga Reanata, alumni SMKN 1 Singosari, Kabupaten Malang, yang turun pada bidang Industrial Control bersama Denso sebagai Competitor 19.
Sementara Muhammad Henry Akmal, alumni SMKS Antartika 2 Sidoarjo, akan berkompetisi pada bidang Robot Systems Integration bersama Alpha Mechatronics sebagai Competitor 63.
Dari Sidoarjo, Dewangga Pratama Putra, siswa kelas XII SMKS Krian 2 Sidoarjo, akan bertanding pada bidang Autobody Repair sebagai Competitor 18.
Adapun wakil Jatim ketujuh adalah Tegar Eka Fitrianto, alumni SMKS Muhammadiyah 1 Kepanjen, yang akan berkompetisi pada bidang Heavy Vehicle Technology bersama PT United Tractors sebagai Competitor 49.
Momentum Perkuat Pendidikan Vokasi
Aries menambahkan, keikutsertaan tujuh talenta tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi siswa SMK lainnya di Jawa Timur untuk terus mengembangkan kompetensi dan berani menargetkan prestasi lebih tinggi.
“Ini harus menjadi inspirasi bagi siswa SMK lainnya. Bahwa dengan kerja keras, pembinaan yang baik, dan kemauan untuk terus belajar, anak-anak Jawa Timur memiliki peluang yang sama untuk berprestasi dan bersaing di panggung dunia,” tutur Aries.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dunia usaha dan dunia industri menjadi salah satu kunci dalam memperkuat pendidikan vokasi.
Bidang yang diikuti para talenta Jatim juga sangat erat dengan kebutuhan industri masa kini, mulai dari mekatronika, pengembangan aplikasi perangkat lunak, kontrol industri, integrasi sistem robot, perbaikan bodi kendaraan hingga teknologi kendaraan berat.
Keberadaan tujuh talenta tersebut di WorldSkills Shanghai 2026 pun diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perebutan prestasi. Pengalaman bertanding di tingkat dunia menjadi modal penting untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka wawasan baru bagi generasi muda Jawa Timur.
Bagi Jawa Timur, kiprah tujuh talenta ini sekaligus memperkuat posisi pendidikan vokasi sebagai salah satu fondasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif.

