Kadindik Jatim Apresiasi Kepedulian Murid SMAN 11 Surabaya melalui Program SIKAP

SURABAYA — Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memberikan apresiasi terhadap kepedulian murid SMAN 11 Surabaya dalam menjaga dan merawat lingkungan sekolah melalui Program SIKAP.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMAN 11 Surabaya, Kamis (6/8/2026). Dalam kegiatan itu, sejumlah murid terlihat aktif merawat tanaman dengan melakukan penyiraman di area sekolah.

Program SIKAP menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan. Kegiatan sederhana seperti menyiram dan merawat tanaman dinilai dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Aries Agung Paewai menilai keterlibatan langsung murid dalam menjaga lingkungan sekolah merupakan kebiasaan positif yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui aktivitas nyata yang membangun kepedulian dan rasa tanggung jawab.

Kegiatan merawat tanaman juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai gotong royong kepada para siswa. Dengan terlibat secara langsung, peserta didik diharapkan tidak sekadar memahami pentingnya lingkungan yang bersih dan hijau, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut menjaganya.

Lingkungan sekolah yang hijau dan terawat dapat menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik. Karena itu, budaya peduli lingkungan perlu dibangun secara konsisten dan melibatkan seluruh warga sekolah.

Dindik Jatim juga mendorong agar berbagai kebiasaan positif yang tumbuh di lingkungan sekolah dapat menjadi bagian dari keseharian peserta didik. Kepedulian terhadap tanaman, kebersihan, serta lingkungan sekitar diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tertentu, melainkan menjadi karakter yang melekat pada diri siswa.

Program SIKAP di SMAN 11 Surabaya menunjukkan bahwa pembentukan karakter dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Aktivitas merawat tanaman menjadi contoh bagaimana sekolah dapat mengintegrasikan pendidikan karakter dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya diajak untuk menjaga penghijauan di lingkungan sekolah, tetapi juga belajar mengenai tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian, dan kerja sama.

Diharapkan budaya tersebut dapat terus berkembang sehingga SMAN 11 Surabaya mampu menjadi lingkungan pendidikan yang hijau, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Apresiasi dari Kadindik Jatim tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi sekolah dan peserta didik untuk mempertahankan kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan. Upaya kecil yang dilakukan secara bersama-sama diharapkan mampu memberikan dampak lebih besar dalam membangun generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan demikian, Program SIKAP tidak hanya berorientasi pada perawatan tanaman, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter untuk membentuk peserta didik yang peduli lingkungan, bertanggung jawab, serta memiliki semangat gotong royong.