Dugaan Keracunan Pangan di Sidoarjo, BBPOM Surabaya Periksa SPPG

SIDOARJO – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti dugaan keracunan pangan yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Tim BBPOM Surabaya diterjunkan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan pemeriksaan dan penelusuran.

Langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya banyak warga yang diduga menjadi korban dalam peristiwa keracunan pangan tersebut. Pemeriksaan di lapangan dilakukan untuk mengumpulkan informasi sekaligus mencari faktor yang menjadi penyebab kejadian.

Kepala BBPOM di Surabaya, Yudi, mengatakan pihaknya turut prihatin atas peristiwa tersebut. BBPOM Surabaya, kata dia, telah menyimak sejumlah informasi mengenai kejadian dan dampak yang ditimbulkan.

“Kami menyimak bahwa data dan informasi yang diperoleh cukup banyak, termasuk korban kasus keracunan pangan yang terjadi kemarin. Kami turut sedih dengan kejadian ini,” ujar Yudi.

Menurut Yudi, tim BBPOM Surabaya saat ini tengah melakukan penelusuran langsung di SPPG. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap terkait kronologi maupun faktor yang diduga memicu terjadinya keracunan.

BBPOM Surabaya juga tidak bekerja sendiri dalam proses penelusuran. Koordinasi dan kolaborasi dengan dinas terkait di Kabupaten Sidoarjo dilakukan untuk menghimpun informasi dari berbagai pihak.

“Intinya saat ini tim dari Balai Besar POM di Surabaya sedang turun ke SPPG. Kami akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dinas terkait di Kabupaten Sidoarjo untuk menggali informasi lebih lengkap,” jelasnya.

Yudi menegaskan, proses pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian secara objektif. Karena itu, hasil penelusuran di lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan faktor yang menyebabkan dugaan keracunan pangan tersebut terjadi.

“Tujuannya untuk menetapkan apa penyebab dari peristiwa keracunan pangan ini sampai terjadi,” katanya.

Selain memastikan penyebab, penelusuran juga diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki aspek keamanan pangan. Evaluasi tersebut penting agar potensi risiko yang sama dapat diantisipasi sejak dini.

Yudi menambahkan, BBPOM Surabaya berkomitmen melakukan pengawasan bersama pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

“Tujuannya adalah kita ingin memastikan bahwa kejadian serupa ke depan sudah tidak terjadi lagi,” pungkasnya.