Yoga Inklusif UNESA Tingkatkan Semangat dan Kepercayaan Diri Klien ULABK

SURABAYA – Kegiatan yoga yang digelar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Lapangan Rektorat tidak hanya menjadi sarana olahraga bagi sivitas akademika dan masyarakat umum, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi klien Unit Layanan Anak Berkebutuhan Khusus (ULABK). Program ini dinilai mampu meningkatkan kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, hingga kemampuan motorik peserta.

Dalam pelaksanaannya, para klien ULABK mengikuti setiap rangkaian gerakan yoga dengan penuh antusias sesuai kemampuan masing-masing. Selain melatih kebugaran, aktivitas tersebut juga membantu mereka mengembangkan koordinasi tubuh, keseimbangan, konsentrasi, serta kemampuan memahami dan mengikuti instruksi secara bertahap.

Dampak positif kegiatan itu terlihat pada salah satu klien ULABK, Bram, siswa SDN Babatan V Surabaya. Sehari setelah mengikuti yoga, Bram secara spontan mempraktikkan beberapa gerakan yang telah dipelajarinya sebelum sesi terapi dimulai.

Tanpa arahan dari terapis, Bram mampu mengingat dan menirukan sejumlah posisi yoga dengan percaya diri. Hal itu menunjukkan pengalaman yang diperolehnya saat mengikuti kegiatan masih melekat dan memunculkan keinginan untuk kembali melakukan gerakan-gerakan tersebut.

Dalam percakapan bersama terapis, Bram mengaku sangat menikmati kegiatan yoga di UNESA. Saat ditanya apakah dirinya mengikuti kegiatan tersebut, ia menjawab singkat, “Iya, ikut.”

Bram juga bercerita datang bersama kedua orang tuanya. Ketika ditanya mengenai perasaannya selama mengikuti yoga, ia menjawab dengan penuh semangat, “Senang sekali, aku suka.”

Gerakan “namaste” menjadi favoritnya. Bram bahkan langsung memperagakan posisi tersebut ketika diminta menunjukkan gerakan yang paling disukainya.

Saat terapis menanyakan apakah ia ingin mengikuti kegiatan serupa jika kembali diselenggarakan, Bram langsung menjawab, “Mau banget, Miss,” sambil menganggukkan kepala. Respons positif itu kemudian disambut apresiasi dari terapis melalui pujian dan ajakan melakukan high five.

Respons Bram menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan yoga mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi klien ULABK. Kemampuan mengingat dan mengulangi gerakan menunjukkan adanya proses pembelajaran sekaligus peningkatan perhatian dan motivasi dalam melakukan aktivitas fisik.

Selain itu, pengalaman positif tersebut turut menciptakan suasana terapi yang lebih kondusif. Klien datang dengan kondisi lebih rileks, bersemangat, dan kooperatif sehingga proses pendampingan berjalan lebih optimal.

Secara keseluruhan, kegiatan yoga di Lapangan Rektorat UNESA tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan, tetapi juga berdampak pada aktivitas sehari-hari dan proses terapi klien ULABK. Melalui kegiatan yang bersifat inklusif ini, UNESA menghadirkan ruang interaksi antara anak berkebutuhan khusus, masyarakat umum, dan sivitas akademika dalam suasana yang sehat, nyaman, dan saling mendukung.

Ke depan, kegiatan yoga diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan fisik, kesejahteraan mental, kemampuan motorik, serta konsentrasi klien ULABK, sekaligus memperkuat komitmen UNESA dalam menghadirkan layanan pendidikan dan pendampingan yang inklusif.