SURABAYA—Tidak perlu menunggu tubuh terasa lelah untuk menyadari bahwa aktivitas fisik mulai berkurang. Rutinitas bekerja di depan komputer, bepergian dengan kendaraan, hingga bersantai sambil bermain gawai perlahan membuat banyak orang menjalani hari dengan gerakan yang semakin sedikit.
Sekilas, pola tersebut terlihat sebagai bagian biasa dari kehidupan modern. Namun, jika berlangsung terus-menerus, tubuh bisa kehilangan kesempatan untuk mendapatkan manfaat dari aktivitas fisik. Risiko gangguan kesehatan pun ikut meningkat.
Momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) menjadi pengingat bahwa olahraga dan aktivitas fisik bukan hanya kebutuhan bagi atlet. Gerak tubuh merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan sepanjang usia.
Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Irmantara Subagio, menjelaskan tubuh manusia secara biologis membutuhkan aktivitas.
“Secara biologis, tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Ketika tubuh berada dalam kondisi tidak aktif secara terus-menerus, terjadi gangguan pada berbagai sistem tubuh,” jelas Irmantara, Rabu (9/9/2026).
Kurangnya aktivitas fisik, lanjut dia, tidak sebatas membuat tubuh kehilangan kebugaran. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit kronis, mulai dari diabetes tipe 2, penyakit jantung, hipertensi hingga stroke.
Persoalannya, berbagai penyakit tersebut dapat berkembang tanpa selalu diawali tanda-tanda yang mudah dikenali. Karena itu, masyarakat tidak seharusnya menunggu munculnya gejala untuk mulai mengubah pola hidup.
Menurut Irmantara, kebiasaan aktif justru perlu dibangun sedini mungkin dan dipertahankan sepanjang kehidupan.
Pada masa pertumbuhan, aktivitas fisik berperan dalam memperkuat tulang dan otot. Gerak juga mendukung perkembangan sistem saraf, kemampuan motorik, koordinasi serta kebugaran anak.
Kebiasaan aktif sejak usia dini sekaligus menjadi modal untuk membangun gaya hidup sehat ketika memasuki usia remaja dan dewasa.
Bagi masyarakat usia produktif, aktivitas fisik dapat membantu menjaga kekuatan otot serta daya tahan jantung dan paru-paru. Kebiasaan bergerak juga membantu mempertahankan kebugaran, mengontrol berat badan, menjaga kesehatan jantung dan metabolisme, sekaligus mengurangi risiko penyakit kronis.
Sementara bagi kelompok lanjut usia, aktivitas fisik memiliki manfaat yang tidak kalah penting. Tetap bergerak dapat membantu mempertahankan kekuatan, mobilitas dan keseimbangan tubuh. Aktivitas fisik juga mendukung fungsi kognitif serta kemampuan lansia menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Tak Harus ke Gym
Salah satu alasan orang enggan berolahraga adalah anggapan bahwa aktivitas fisik harus dilakukan dalam waktu lama atau dengan intensitas tinggi.
Padahal, membangun kebiasaan aktif bisa dimulai dari lingkungan terdekat dan rutinitas yang sudah dijalani setiap hari.
Bagi pekerja yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, misalnya, dapat menyelingi aktivitas tersebut dengan berdiri atau berjalan selama dua hingga tiga menit setelah duduk selama 45–60 menit.
Gerakan sederhana juga dapat ditambahkan dalam berbagai aktivitas. Memilih tangga daripada lift, berjalan ketika menelepon atau memarkir kendaraan sedikit lebih jauh dari lokasi tujuan bisa menjadi cara sederhana untuk membuat tubuh lebih aktif.
Aktivitas dengan intensitas sedang seperti jalan cepat dan bersepeda juga dapat dimasukkan ke dalam rutinitas mingguan.
“Gerakan sederhana yang dilakukan secara konsisten tetap memberikan dampak bagi tubuh. Kegiatan tersebut dapat dikombinasikan dengan latihan penguatan otot atau latihan di pusat kebugaran,” pungkasnya.
Pesan Haornas, pada akhirnya, tidak harus diterjemahkan sebagai ajakan untuk mengejar olahraga berat. Lebih jauh dari itu, masyarakat diajak mengembalikan gerak sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sebab, menjaga kesehatan bukan hanya tentang apa yang dilakukan ketika tubuh sudah bermasalah. Justru kebiasaan kecil yang dilakukan sebelum penyakit datang dapat menjadi investasi penting untuk masa depan.
Bergerak beberapa menit hari ini mungkin terlihat sederhana. Namun, jika dilakukan secara konsisten, langkah kecil tersebut bisa menjadi bagian dari perlindungan tubuh dalam jangka panjang.

