Pasma Royce Pimpin ICF Jatim, Bidik Peningkatan Prestasi Atlet Sepeda

SURABAYA — Pengurus Provinsi Indonesian Cycling Federation (ICF) Jawa Timur kini berada di bawah kepemimpinan Brigjen Pol Pasma Royce. Wakapolda Jawa Timur tersebut membawa komitmen untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus meningkatkan prestasi olahraga bersepeda di tingkat nasional dan internasional.

Pasma menegaskan, kepengurusan baru ICF Jatim akan melanjutkan program-program yang telah berjalan sebelumnya. Capaian positif yang sudah diraih menjadi pijakan untuk menyusun langkah pembinaan yang lebih baik, terutama dalam mencetak atlet berprestasi dari Jawa Timur.

Menurutnya, kesinambungan pembinaan menjadi bagian penting dalam menjaga kontribusi Jawa Timur terhadap perkembangan olahraga sepeda Indonesia. Karena itu, peningkatan prestasi atlet menjadi salah satu agenda yang ingin didorong selama masa kepemimpinannya.

“Insyaallah, apa yang sudah berjalan dan prestasi-prestasi yang berhasil diraih pengurus sebelumnya akan terus kita tingkatkan. Kami ingin mengangkat nama Jawa Timur dan konsisten berkontribusi melahirkan atlet-atlet sepeda berprestasi di tingkat nasional hingga internasional,” ujar Pasma.

Berangkat dari Hobi Bersepeda

Kepercayaan untuk memimpin ICF Jawa Timur tidak terlepas dari kedekatan Pasma dengan olahraga bersepeda. Ia mengaku menjadikan sepeda sebagai hobi dan cukup aktif mengikuti berbagai kegiatan, termasuk ajang perlombaan.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu latar belakang yang mendukung penunjukannya sebagai nakhoda baru organisasi olahraga sepeda di Jawa Timur. Keterlibatan langsung di lapangan diharapkan dapat memperkuat pemahamannya terhadap perkembangan olahraga tersebut.

“Pertama, sepeda memang hobi saya. Keaktifan saya dalam kegiatan bersepeda, khususnya mengikuti ajang perlombaan, mungkin menjadi salah satu parameter hingga saya dipercaya untuk memimpin Pengprov ICF Jawa Timur,” ungkap Pasma.

Dengan kepengurusan baru ini, ICF Jatim memiliki ruang untuk mengembangkan pembinaan atlet sekaligus memperluas kontribusi olahraga sepeda Jawa Timur di berbagai level kompetisi. Penguatan prestasi dan regenerasi atlet menjadi bagian dari arah yang hendak dibangun.

Tour de East Java

Di sisi lain, peluang menghidupkan kembali ajang balap sepeda Tour de East Java turut mencuat dalam pembicaraan mengenai masa depan olahraga sepeda di Jawa Timur.

Kompetisi yang pernah menjadi salah satu agenda balap sepeda bergengsi tersebut berpotensi kembali dikaji. Namun, Pasma belum memberikan kepastian terkait pelaksanaan maupun waktu penyelenggaraannya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan menggelar kembali Tour de East Java, ia menyatakan bahwa rencana tersebut masih perlu dipelajari secara menyeluruh. Kondisi dan situasi ke depan akan menjadi pertimbangan sebelum menentukan langkah lebih lanjut.

“Kami nanti coba pelajari kembali. Kita lihat secara saksama bagaimana kondisi dan situasinya ke depan,” pungkas Pasma.