SURABAYA, lenzanasional.com – Bukan sekadar gedung baru. SMP Muhammadiyah 15 Surabaya dan Sport Center PCM Kenjeran kini diproyeksikan menjadi ruang tumbuh bagi pendidikan, karakter, kaderisasi dan prestasi generasi muda. Dua fasilitas tersebut resmi diresmikan Mendikdasmen RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dengan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., Minggu (27/9/2026).
Peresmian dua fasilitas tersebut berlangsung dalam rangkaian Pengajian Ahad Pagi Pencerah yang digelar PCM Kenjeran. Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, jajaran pemerintahan, pimpinan Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.
Momentum tersebut menjadi penting karena pembangunan fasilitas pendidikan dan olahraga itu tidak hanya menambah infrastruktur, tetapi diarahkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan, pembentukan karakter, kaderisasi dan pengembangan prestasi generasi muda.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengapresiasi kiprah PCM Kenjeran yang terus mengembangkan amal usaha Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Menurut Abdul Mu’ti, keberadaan gedung sekolah dan sport center seharusnya tidak berhenti sebagai bangunan fisik. Fasilitas tersebut harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik dan masyarakat.
“Gedung sekolah dan Sport Center ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi pusat pembentukan karakter generasi yang kuat jasmani, cerdas akal, dan kokoh iman,” kata Abdul Mu’ti, sebagaimana diberitakan Radar Surabaya.
Gedung baru SMP Muhammadiyah 15 Surabaya dibangun untuk menjawab kebutuhan pengembangan pendidikan seiring meningkatnya animo masyarakat. SMP Muhammadiyah 15 saat ini memiliki sekitar 750–760 peserta didik berdasarkan sumber pemberitaan dan data pendidikan pemerintah.
Bangunan tersebut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. Pengembangan sarana pendidikan ini menjadi bagian dari upaya PCM Kenjeran meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memberikan lingkungan belajar yang semakin memadai bagi para siswa.
Di sisi lain, Muhammadiyah Sport Center PCM Kenjeran diproyeksikan menjadi pusat kegiatan olahraga dan pembinaan prestasi generasi muda. Sejumlah kegiatan seperti olahraga memanah, Tapak Suci, Hizbul Wathan hingga pembinaan atlet muda direncanakan berkembang di fasilitas tersebut.
Kehadiran Sport Center juga membuka ruang lebih luas bagi kegiatan kepemudaan, pembinaan karakter dan aktivitas masyarakat.
Ketua PCM Kenjeran Ali Fauzi mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan hasil proses panjang dan semangat gotong royong warga Muhammadiyah. Pembangunan gedung SMP Muhammadiyah 15 tahap pertama disebut berlangsung sekitar 10 bulan sejak Desember 2025 dengan biaya sementara sekitar Rp3,15 miliar. Sementara pembangunan Sport Center dimulai pada Oktober 2024 dengan nilai sekitar Rp2 miliar.
Pembiayaan pembangunan dilakukan melalui berbagai bentuk partisipasi, mulai dari swadaya warga Muhammadiyah, infak pegawai hingga kontribusi sukarela dari Aisyiyah.
“Semua ikut berkontribusi. Ada yang besar, ada yang kecil. Yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan gotong royong,” ujar Ali Fauzi.
Ali berharap dua fasilitas tersebut tidak hanya menjadi simbol kemajuan fisik PCM Kenjeran, tetapi benar-benar menjadi ruang yang hidup dan produktif.
“Kami tidak ingin gedung ini hanya megah. Kami ingin gedung ini hidup 24 jam untuk dakwah, pusat kaderisasi, dan peningkatan prestasi,” tegasnya.
Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi yang memiliki kemampuan di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, pendidikan, ilmu pengetahuan hingga olahraga.
Peresmian oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti sekaligus menjadi penanda perjalanan panjang PCM Kenjeran dalam membangun amal usaha. PWMU mencatat, PCM Kenjeran berdiri sejak 1993 dan momentum kehadiran seorang menteri dalam agenda peresmian tersebut menjadi peristiwa yang dinilai istimewa bagi jajaran PCM Kenjeran.
Dengan hadirnya gedung baru SMP Muhammadiyah 15 dan Muhammadiyah Sport Center, PCM Kenjeran kini memiliki tambahan infrastruktur yang dapat dikembangkan untuk mendukung pendidikan, olahraga, dakwah, kaderisasi dan pemberdayaan masyarakat.
Peresmian tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang berdirinya dua bangunan baru, melainkan tentang bagaimana fasilitas pendidikan dan olahraga dimanfaatkan untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter dan prestasi.
Dari Kenjeran, ikhtiar membangun generasi melalui pendidikan dan olahraga itu kini memiliki ruang yang semakin besar.

