Kadindik Aries Paewai: KCL Singhasari Perkuat Talenta Digital Jawa Timur Berstandar Global

MALANG — Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Jawa Timur agar mampu bersaing di tingkat global terus mendapat dorongan. Salah satunya melalui pengembangan ekosistem pendidikan berstandar internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Malang.

King’s College London (KCL) Singhasari kini memperluas kiprahnya dengan meluncurkan dua program magister (S2) baru yang berfokus pada kebutuhan talenta digital dan perkembangan teknologi.

Kehadiran program tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjembatani kebutuhan dunia industri dengan ketersediaan SDM yang memiliki kompetensi sekaligus pemahaman terhadap perkembangan teknologi digital.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, tantangan di masa depan tidak cukup dijawab hanya dengan kemampuan teknis. SDM juga harus memiliki integritas serta memahami aspek keamanan dan tata kelola teknologi.

“Masa depan membutuhkan SDM yang mampu memahami teknologi sekaligus memahami tanggung jawab di balik teknologi. Kita membutuhkan ahli hukum yang memahami dunia digital dan talenta teknologi yang memahami pentingnya keamanan serta tata kelola,” tegas Khofifah.

Dorong Talenta Jatim Berkelas Dunia

Peluncuran dua program magister KCL Singhasari tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya dalam kaitannya dengan penguatan kualitas pendidikan dan peningkatan daya saing lulusan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi berkelas dunia membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Jawa Timur untuk mendapatkan akses pendidikan dengan standar internasional.

Menurut Aries, kehadiran KCL di Singhasari juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang mampu mempertemukan dunia akademik, teknologi dan kebutuhan industri.

“Sinergi antara perguruan tinggi kelas dunia seperti King’s College London dengan potensi daerah di KEK Singhasari adalah bentuk investasi jangka panjang untuk kualitas SDM Jawa Timur,” ujar Aries.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Jawa Timur mendukung pengembangan kapasitas talenta digital agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengambil peran dalam pengembangan dan pengelolaan teknologi.

“Kami di Dinas Pendidikan sangat mendukung penuh pengembangan kapasitas talenta digital ini agar pemuda-pemudi Jatim siap bersaing di level global,” katanya.

KEK Singhasari dan Masa Depan Pendidikan Digital

Pengembangan KCL Singhasari sejalan dengan arah pengembangan KEK Singhasari sebagai kawasan yang mengintegrasikan pendidikan, teknologi, penelitian, dan industri kreatif.

Kehadiran kampus berafiliasi dengan King’s College London di kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan internasional di Jawa Timur. Model pengembangan seperti ini diharapkan dapat mempertemukan mahasiswa, akademisi, pelaku industri dan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem.

KCL sendiri merupakan salah satu perguruan tinggi ternama di Inggris. Kehadirannya di Singhasari menambah warna baru bagi perkembangan pendidikan tinggi internasional di Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi Jawa Timur untuk memperkuat posisi sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital.

Dua program magister baru tersebut pada akhirnya bukan sekadar penambahan pilihan pendidikan pascasarjana. Lebih jauh, kehadirannya menjadi bagian dari kebutuhan yang semakin besar terhadap SDM yang mampu mengikuti perubahan teknologi sekaligus memahami aspek keamanan, hukum, tata kelola, dan dampaknya terhadap masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan ekosistem pendidikan yang terus berkembang, KEK Singhasari diharapkan dapat menjadi salah satu simpul penting dalam mencetak talenta Jawa Timur yang memiliki kompetensi dan daya saing di tingkat internasional.