SURABAYA – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengprov POSSI) Jawa Timur mulai mematangkan persiapan menghadapi Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) 2027. Sejumlah kejuaraan yang digelar sepanjang akhir 2026 hingga 2027 akan dimaksimalkan sebagai ajang pemantauan sekaligus penjaringan atlet potensial untuk memperkuat kontingen Jawa Timur.
Ketua Pengprov POSSI Jatim, Mirza Muttaqien, mengatakan padatnya kalender kompetisi menjadi peluang bagi tim pelatih dan pengurus untuk mengevaluasi perkembangan atlet. Berbagai kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang pembuktian hasil latihan, tetapi juga sarana mengukur kemampuan atlet sebelum menghadapi persaingan di level nasional.
Pada penghujung 2026, POSSI Jatim akan memanfaatkan sejumlah agenda penting, mulai dari Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur, PON Pantai di Ancol, Jakarta, hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Gubernur Jawa Timur. Ketiga agenda tersebut direncanakan berlangsung pada November hingga Desember 2026.
Memasuki 2027, pemantauan atlet akan berlanjut melalui Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur yang digelar di Surabaya. POSSI Jatim juga menyiapkan agenda kejurnas dan seleksi lanjutan sebagai bagian dari proses pemantapan tim menuju BK PON.
Mirza menyambut positif banyaknya kesempatan bertanding yang tersedia bagi para atlet selam Jawa Timur. Menurutnya, kompetisi yang berjenjang menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan sekaligus memastikan atlet yang dipilih benar-benar memiliki kemampuan dan kesiapan bersaing.
“Kami di POSSI Jatim sangat gembira. Semakin banyak ajang kejuaraan, semakin baik bagi para atlet untuk mengukur hasil latihannya. Kaderisasi mulai dari tingkat pelajar lewat Popda hingga Porprov sangat penting untuk mencetak atlet-atlet yang siap diproyeksikan ke level PON,” ujar Mirza, Senin (12/10/2026).
Ia menegaskan, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang yang melibatkan kompetisi, evaluasi, dan seleksi secara berkelanjutan agar Jawa Timur memiliki atlet dengan performa terbaik saat memasuki tahapan kualifikasi.
Karena itu, POSSI Jatim tidak hanya berfokus pada hasil akhir kejuaraan, tetapi juga mencermati konsistensi penampilan, perkembangan kemampuan, serta potensi atlet untuk bersaing dengan peserta dari provinsi lain.
Piala Gubernur Jadi Ajang Pemetaan Kekuatan Lawan
Selain sebagai sarana evaluasi, rangkaian kejuaraan pada akhir tahun ini juga dimanfaatkan untuk membaca peta persaingan selam nasional. Mirza menilai PON Pantai dan Kejurnas Piala Gubernur Jawa Timur memiliki arti strategis karena mempertemukan atlet-atlet dari berbagai daerah.
Khusus Kejurnas Piala Gubernur Jatim, keikutsertaan atlet-atlet terbaik nasional diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kekuatan calon pesaing. Dengan demikian, tim pelatih dapat mengidentifikasi keunggulan maupun kekurangan atlet Jawa Timur untuk kemudian menjadi bahan evaluasi dalam program latihan.
“Ajang Piala Gubernur akan diikuti atlet nasional. Di sinilah kita bisa memetakan kekuatan dan mengukur kemampuan atlet Jatim. Seluruh hasil pemantauan dari Popda, Porprov, PON Pantai, hingga Kejurnas akan menjadi basis penyusunan tim Pusat Latihan Daerah (Puslatda) POSSI Jatim,” terang Mirza.
Menurutnya, hasil dari setiap kompetisi akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan atlet yang layak masuk program pemusatan latihan daerah. Proses tersebut diharapkan menghasilkan komposisi tim yang kompetitif dan memiliki peluang untuk meloloskan sebanyak mungkin atlet Jawa Timur ke PON.
Setelah melalui rangkaian pemantauan dan evaluasi, POSSI Jatim akan menggelar seleksi akhir untuk menetapkan komposisi definitif atlet. Penentuan tersebut menjadi tahapan penting sebelum pendaftaran nama-nama atlet yang akan mewakili Jawa Timur pada BK PON 2027.
Dengan pola seleksi berjenjang, POSSI Jatim berharap proses penentuan atlet berlangsung berdasarkan perkembangan dan kemampuan yang terukur, bukan semata-mata mengandalkan hasil dari satu kejuaraan.
Berharap Nomor Pertandingan Selam Tidak Berkurang
Di sisi lain, Mirza juga menaruh harapan terhadap jumlah nomor pertandingan cabang olahraga selam pada pelaksanaan PON mendatang. Ia berharap nomor yang dipertandingkan tidak mengalami pengurangan dibandingkan PON sebelumnya di Aceh dan Sumatera Utara.
Bahkan, POSSI Jatim berharap terdapat peluang penambahan nomor pertandingan sehingga semakin banyak kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan dan memperjuangkan prestasi bagi daerahnya.
Kepastian jumlah nomor pertandingan menjadi salah satu aspek yang perlu dicermati dalam penyusunan strategi pembinaan. Sebab, komposisi nomor yang dipertandingkan akan berpengaruh terhadap pemetaan kebutuhan atlet, penentuan spesialisasi, serta strategi untuk mengoptimalkan peluang meraih medali.
Dengan memaksimalkan kalender kejuaraan pada akhir 2026 hingga sepanjang 2027, POSSI Jatim berupaya memastikan persiapan menuju BK PON berjalan lebih terarah. Rangkaian kompetisi tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet terbaik yang siap bersaing dan menjaga peluang Jawa Timur untuk berprestasi di pentas nasional.

