Tiga Kader PDIP Merapat ke PSI Surabaya, Pengurus Klaim 480 Orang Daftar Usai Jokowi Tunjukkan KTA

SURABAYA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya membuka pintu bagi kader partai politik lain yang ingin bergabung. Sikap terbuka tersebut menyusul kabar bergabungnya sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke PSI, termasuk Ahmad Hidayat dan Arif.

Pengurus PSI Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, menegaskan bahwa partainya tidak membatasi latar belakang politik maupun organisasi calon anggota. Menurutnya, setiap orang yang memiliki kesamaan visi dan misi serta bersedia berjuang bersama untuk masyarakat dipersilakan bergabung.

“Pada prinsipnya, sesuai arahan Mas Ketum, kami adalah partai yang terbuka untuk seluruh kalangan. Baik politisi maupun teman-teman dari partai lain yang ingin menyeberang ke PSI, kami sangat terbuka,” ujar Yuga.

Ia menjelaskan, PSI saat ini mendapat target besar untuk pengembangan partai di Kota Surabaya. Karena itu, pihaknya menyambut setiap individu yang ingin bergabung dan ikut memperkuat organisasi.

Yuga juga memastikan tidak ada perlakuan khusus bagi kader partai lain yang hendak bergabung. Seluruh calon anggota tetap harus mengikuti mekanisme dan prosedur kepartaian yang berlaku.

“Tidak ada pemberlakuan khusus. Selama semuanya sesuai mekanisme dan prosedur kepartaian, kami akan selalu membuka diri dan merangkul semuanya. Asalkan satu visi dan misi, serta berjuang demi masyarakat,” tegasnya.

Pendaftaran Anggota PSI Surabaya Meningkat

Yuga menyebut, proses pendaftaran anggota PSI dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi psi.id. Setelah mendaftar, calon anggota perlu menjalani verifikasi faktual dengan datang ke kantor partai untuk melengkapi persyaratan administrasi, termasuk menandatangani dokumen keanggotaan.

Terkait kabar bergabungnya sejumlah kader PDIP, Yuga mengatakan proses verifikasi faktual di kantor DPD PSI Surabaya belum dilakukan oleh mereka yang dimaksud.

Meski demikian, ia memastikan layanan pendaftaran dan verifikasi anggota tetap dibuka setiap hari. Pelayanan yang biasanya berlangsung pukul 08.00 hingga 17.00 WIB itu terkadang diperpanjang sampai pukul 19.00 WIB untuk mengakomodasi meningkatnya kedatangan calon anggota.

Menurut Yuga, peningkatan jumlah pendaftar terjadi setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) PSI dalam sebuah agenda di Bandung.

“Sejak Bapak menunjukkan KTA di Bandung, kunjungan ke kantor kami memang luar biasa. Yang biasanya sehari hanya satu orang, sekarang bisa meningkat menjadi 10 sampai 15 orang per hari,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jumlah anggota PSI Surabaya yang tercatat sejak pertengahan 2024 telah mencapai lebih dari 7.000 orang. Sementara itu, setelah Jokowi menunjukkan KTA dalam kegiatan tersebut, sekitar 480 orang disebut mendaftar secara langsung ke PSI Surabaya.

Terbuka bagi Kader Partai dan Organisasi Kemasyarakatan

Selain kader partai politik, Yuga menyebut PSI Surabaya juga menerima anggota dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia mengungkapkan, terdapat pendaftar yang berasal dari lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah.

Namun, Yuga tidak merinci identitas dan posisi para tokoh organisasi yang disebut telah bergabung tersebut.

Menurutnya, PSI tidak ingin menjadikan latar belakang individu sebagai penghalang selama calon anggota memiliki kesamaan tujuan dalam membesarkan partai.

“Siapa pun yang ingin berjuang bersama PSI harus kami rangkul. Kami tidak berbicara soal personal, tetapi partai. Logo di dada itu lebih besar daripada nama di punggung,” katanya.

Ia menegaskan, kehadiran anggota baru diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal PSI Surabaya. Para pengurus, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk menyatukan berbagai latar belakang anggota agar dapat bekerja bersama sesuai tujuan organisasi.

Yuga juga menyebut kemungkinan adanya kader dari partai lain maupun organisasi kemasyarakatan yang akan bergabung pada tahap berikutnya. Ia mengatakan, komunikasi dengan sejumlah pihak telah berlangsung, tetapi proses dan waktu bergabungnya diserahkan kepada masing-masing individu.

Bagi PSI Surabaya, bertambahnya anggota menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan organisasi sekaligus menghimpun sumber daya manusia untuk menjalankan kegiatan partai di tingkat kota.

Meski demikian, kepastian status keanggotaan kader-kader yang disebut merapat tetap perlu dilihat dari proses pendaftaran dan verifikasi faktual sesuai mekanisme internal PSI.