SURABAYA – Persiapan yang hanya berlangsung sekitar satu minggu tidak menghalangi tim bola voli putra Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meraih hasil maksimal di Liga Voli Mahasiswa (LVM) 2026 Seri Surabaya. Bersama tim putri, mereka sukses mengamankan gelar juara setelah memenangi pertandingan final di GOR Voli Unesa, Kampus 2 Lidah Wetan.
Tim putra Unesa mengakhiri perlawanan STKIP Pacitan dengan kemenangan tiga set langsung, 3-0. Sementara itu, tim putri juga mencatatkan hasil serupa setelah mengalahkan Universitas Insan Budi Utomo (UIBU).
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kemampuan para pemain menjaga koordinasi dan menjalankan strategi sepanjang pertandingan. Bermain di kandang sendiri memang memberikan dukungan tambahan, tetapi sekaligus menghadirkan tekanan untuk memenuhi harapan pendukung.
Pemain tim putra Unesa, Hilarius Galang Bryantama Putera, mengungkapkan bahwa komunikasi di lapangan menjadi salah satu faktor penting yang membantu tim mengatasi tekanan tersebut.
Menurut mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga itu, arahan pelatih dan kekompakan antarpemain menjadi pegangan untuk menjaga fokus selama pertandingan.
“Bermain di hadapan pendukung sendiri di GOR Unesa memberi motivasi besar sekaligus ekspektasi tinggi. Kami mengatasinya lewat komunikasi intensif di lapangan serta arahan strategi dari pelatih,” kata Galang.
Ia menegaskan, kemenangan di Seri Surabaya bukanlah akhir dari perjuangan tim. Unesa masih memiliki tantangan berikutnya di putaran nasional dan bertekad mempertahankan pencapaian tersebut.
Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa, Irmantara Subagio, mengapresiasi kerja keras para pemain yang mampu menunjukkan performa konsisten hingga babak final.
Ia menilai keberhasilan meraih dua gelar sekaligus harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan kemampuan bertanding atlet mahasiswa.
“Prestasi ganda ini menjadi pijakan penting. Pembinaan atlet harus terus diperkuat agar motivasi dan kemampuan bertanding mahasiswa tidak berhenti di tingkat regional, tetapi siap melangkah ke kompetisi tingkat internasional,” ujar Irmantara.
Senada dengan itu, pelatih tim putri Unesa, Bobby Ade Setiawan, mengingatkan bahwa capaian di tingkat regional belum menjamin keberhasilan pada tahap berikutnya.
“Capaian tim putra dan putri sudah sesuai target awal, yaitu peringkat pertama. Namun, tim tidak boleh cepat berpuas diri karena persaingan sesungguhnya akan berlangsung di putaran nasional setelah seluruh seri regional selesai,” jelas Bobby.
Dengan bekal dua gelar juara, Unesa selanjutnya perlu menjaga soliditas tim dan meningkatkan kesiapan teknis. Konsistensi permainan, komunikasi, serta kedisiplinan menjalankan strategi akan menjadi modal penting untuk menghadapi lawan-lawan yang lebih kompetitif di tingkat nasional.

