JAKARTA, lenzanasional.com – Kontingen loncat indah Jawa Timur langsung menunjukkan ambisinya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Loncat Indah 2026 yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta. Baru hari pertama (5/5/2026), tim ini sudah menegaskan diri sebagai salah satu kekuatan utama dengan torehan 10 medali.
Raihan tersebut bukan sekadar angka, melainkan sinyal kuat bahwa Jatim datang dengan persiapan matang. Empat medali emas berhasil diamankan dari berbagai nomor, mulai dari sinkronisasi hingga nomor individu. Pasangan Yovy Surya Wahyu dan Linar Betiliana membuka keran emas lewat nomor menara syncro mixed. Dominasi berlanjut melalui Sifa Kartika Putri di nomor 3 meter Kelompok Umur C putri, Gladies Lariesa Garina di menara terbuka putri, serta duet Gladies dan Linar di nomor menara syncro putri.
Konsistensi performa juga terlihat dari empat medali perak yang diraih di nomor berbeda. Matthew Andrian Kusumawardhana, Maheswari Galuh Nastiti, Muhammad Aditya Perwira, dan Linar Betiliana masing-masing menyumbangkan posisi runner-up, menunjukkan kedalaman skuad Jatim yang merata di berbagai kategori usia dan nomor.
Sementara itu, dua medali perunggu dari Achmad Aimar Ghali Zikri dan Yovy Surya Wahyu melengkapi perolehan hari pertama, sekaligus menegaskan bahwa hampir di setiap nomor, atlet Jatim mampu bersaing di papan atas.
Pelatih loncat indah Jawa Timur, Ronaldy Herbintoro, menilai hasil ini sebagai bukti konkret efektivitas program pembinaan yang selama ini dijalankan. Ia melihat para atlet tidak hanya tampil kompetitif, tetapi juga mampu mengeksekusi strategi dengan disiplin tinggi.
“Ini bukan hanya soal medali, tapi bagaimana anak-anak bisa menerapkan hasil latihan mereka di pertandingan. Itu yang paling penting,” ujarnya.
Meski sudah mencatat start impresif, Jatim belum ingin berpuas diri. Hari kedua diprediksi masih membuka peluang tambahan medali, terutama dari nomor-nomor unggulan seperti menara individu, papan 3 meter, hingga nomor sinkronisasi di berbagai kelompok umur.
Dengan momentum yang sudah terbentuk, target besar pun mulai terlihat realistis. Lebih dari sekadar mengejar gelar, keberhasilan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi daerah lain di Jawa Timur untuk memperkuat pembinaan olahraga prestasi.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Jatim akan menjadi tolok ukur baru dalam peta persaingan loncat indah nasional tahun ini.
