SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik dan mengambil sumpah jabatan 65 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (3/6/2026). Pelantikan yang berlangsung di Surabaya tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh insan pendidikan yang selama ini telah berkontribusi meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, serta penyerahan dokumen pelantikan kepada para kepala sekolah yang mendapat amanah baru.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa rotasi dan pelantikan kepala sekolah merupakan bagian dari proses pembinaan karier aparatur sekaligus langkah untuk memperkuat kualitas kepemimpinan di satuan pendidikan.
“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi merupakan amanah besar untuk menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas. Kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang dapat menggerakkan seluruh potensi sekolah,” ujar Aries.
Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, mulai dari penguatan karakter peserta didik, peningkatan kompetensi guru, hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Karena itu, Aries menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi di lingkungan sekolah agar berbagai program pendidikan dapat berjalan optimal.
“Kami berharap para kepala sekolah yang dilantik dapat membawa semangat baru dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Inovasi, integritas, dan kolaborasi harus menjadi landasan dalam menjalankan tugas, sehingga sekolah mampu mencetak lulusan yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Aries juga menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Jawa Timur akan terus memberikan pendampingan dan penguatan kapasitas kepada para kepala sekolah, baik melalui pelatihan kepemimpinan, pengembangan kompetensi manajerial, maupun peningkatan kualitas pembelajaran.
“Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah membentuk karakter, budaya kerja, serta kompetensi peserta didik. Karena itu, penguatan mutu pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.
Pelantikan 65 kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri ini diharapkan semakin memperkuat kinerja satuan pendidikan di berbagai daerah di Jawa Timur. Dengan kepemimpinan yang adaptif dan profesional, sekolah diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Selain menjadi momentum penyegaran organisasi, pelantikan tersebut juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga kualitas pendidikan agar tetap menjadi salah satu yang terbaik di tingkat nasional.
