MALANG – Upaya memperkuat pendidikan vokasi berbasis industri dan teknologi terus dilakukan Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur. Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, bersama Vice President BOKE Technology China, Wang Chen, mengunjungi SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (22/7/2026), untuk meninjau langsung proses pembelajaran Program Keahlian Animasi yang menjadi salah satu unggulan sekolah tersebut.
Kunjungan ini menjadi bagian dari penjajakan kerja sama internasional dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) kreatif, khususnya pada bidang animasi dan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Selama berada di sekolah yang berlokasi di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari itu, rombongan melihat secara langsung aktivitas belajar mengajar di laboratorium animasi. Para siswa tampak mendemonstrasikan kemampuan mereka dalam membuat karya visual digital menggunakan perangkat dan teknologi yang telah diterapkan di sekolah.
Vice President BOKE Technology, Wang Chen, mengapresiasi kualitas pembelajaran yang diterapkan di SMKN 2 Singosari. Menurutnya, para siswa memiliki keterampilan yang baik serta didukung proses pendidikan yang berjalan secara serius.
“Saya melihat para siswa memiliki keterampilan yang sangat baik dan proses pembelajaran yang sudah berjalan dengan serius. Potensi ini akan semakin kuat apabila dipadukan dengan perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI),” ujar Wang Chen.
Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan budaya, cerita, serta karakter lokal yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi berbagai produk industri kreatif berkelas dunia.
Menurut Wang Chen, sinergi antara talenta muda Indonesia dengan teknologi AI dapat melahirkan beragam konten digital yang memiliki daya saing global.
“Indonesia memiliki kekayaan budaya, cerita, dan karakter lokal yang sangat potensial untuk diangkat menjadi berbagai produk industri kreatif. Melalui sinergi antara talenta muda dan teknologi AI, saya optimistis dapat lahir konten-konten kreatif yang dibuat khusus untuk masyarakat Indonesia, seperti gim, film pendek (short movie), maupun produk digital lainnya yang mampu bersaing di pasar internasional,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa penguatan kolaborasi dengan dunia industri, termasuk perusahaan teknologi internasional, merupakan bagian dari strategi Dindik Jatim untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurut Aries, perkembangan teknologi digital, termasuk AI, harus direspons melalui pembelajaran yang adaptif sehingga siswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami terus mendorong satuan pendidikan vokasi untuk membangun kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, termasuk perusahaan teknologi global. Kehadiran BOKE Technology menjadi peluang besar bagi siswa SMKN 2 Singosari untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri kreatif berbasis teknologi di masa depan,” ujar Aries Agung Paewai.
Ia menambahkan, Jawa Timur memiliki komitmen untuk terus mencetak lulusan SMK yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui sinergi antara sekolah, pemerintah, dan industri, pendidikan vokasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya talenta digital yang mampu menghasilkan karya kreatif berbasis AI serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Kunjungan tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi lanjutan antara SMKN 2 Singosari dan BOKE Technology dalam pengembangan pembelajaran animasi, produksi konten digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai bagian dari transformasi pendidikan vokasi di Jawa Timur.
